Keterbatasan Lahan Jadi Kendala Pembangunan Rusunawa

Keterbatasan Lahan Jadi Kendala Pembangunan Rusunawa
Ilustrasi Rusunawa ( Foto: Istimewa )
/ FER Minggu, 8 Juli 2018 | 17:53 WIB

Mataram - Dinas Perumahan dan Penataan Kawasan Perkotaan Kota Mataram menyatakan, rencana pemerintah melakukan pemerataan pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) hingga kini belum memungkinkan.

"Hal itu terjadi karena ketersediaan lahan di kecamatan tertentu tidak memungkinkan. Belum lagi kebutuhan anggaran untuk pembebasan lahan yang relatif mahal," kata Kadis Perumahan dan Penataan Kawasan Perkotaan Kota Mataram, HM Kemal Islam, di Mataram, Minggu (8/7).

Menurutnya, pengusulan pembangunan Rusunawa di Kecamatan Mataram dan Selaparang sebenarnya sudah dilakukan, tetapi hal itu belum memungkinkan karena tidak ada lahan.

"Membangun satu unit Rusunawa minimal membutuhkan 30 hektar (ha), dengan ketentuan 60 persen untuk bangunan, 20 persen fasilitas umum dan 20 persen lainnya bagi ruang terbuka hijau (RTH). Kebutuhan lahan 30 ha itu angka minimal, lebih luas akan lebih bagus," ujar Kemal.

Pihaknya juga sudah mencoba mengusulkan pembangunan Rusunawa di Kecamatan Sekarbela yakni di kawasan Tanjung Karang Permai, namun hal itu juga belum bisa terealisasi karena kendala lahan. Dikatakan, usulan pembangunan Rusunawa di kecamatan tersebut dimaksudkan untuk pemerataan sebagai upaya pengurangan kawasan kumuh perkotaan.

"Selama ini pembangunan Rusunawa masih fokus di Kecamatan Cakranegara dan Sandubaya. Kita menginginka setiap kecamatan ada Rusunawa sehingga bisa merata," ujarnya.

Haya saja, pembangunan Rusunawa di Kecamatan Ampenan sepertinya bisa terealisasi, sebab kebutuhan lahan sudah siap untuk membangun Rusunawa nelayan.

"Rusunawa di Kecamatan Ampenan yang direncanakan ini diperuntukkan untuk nelayan yang masih berada di Sepadan pantai. Dengan pindah ke Rusunawa diharapkan nelayan bisa terbebas dari ancamanan gelombang pasang," katanya.

Dikatakan, Rusunawa yang akan dibangun ini menjadi fasilitas nelayan dan berada tidak jauh dari areal pantai, konstruksi pembangunanya akan berbeda dengan rusunawa lainnya yang sudah terbangun.

"Termasuk untuk penyediaan fasilitas umum maupun sosialnya, sebab nelayan membutuhkan lahan untuk gudang penyimpan alat tangkap dan tempat menjemur ikan," ujar Kemal.



Sumber: ANTARA
CLOSE