Bupati Semarang Punya Cara Menangkal Korupsi

Bupati Semarang Punya Cara Menangkal Korupsi
Pasangan bakal calon Bupati Semarang Mundjirin (kiri) dan bakal calon wakilnya Ngesti Nugraha (kanan) ( Foto: Antara/Aditya Pradana Putra )
Asni Ovier / AO Senin, 9 Juli 2018 | 22:43 WIB

Jakarta – Belakangan ini banyak kepala daerah di Indonesia yang tertangkap serta menjadi tersangka kasus korupsi, terutama oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bupati Semarang, Jawa Tengah, Mundjirin memiliki cara tersendiri untuk bisa menangkal godaan korupsi yang kerap menghampiri dirinya sebagai kepala daerah.

“Godaan korupsi itu bukan main. Iming-iming untuk melakukan itu banyak. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab juga banyak. Kalau mau melanggar sedikit saja, bisa kacau nantinya,” kata Mundjirin saat menceritakan pengalamannya kepada peserta pelatihan bertema “Kaderisasi PDI Perjuangan Memenangkan Hati Rakyat” yang digelar DPP PDIP di Jakarta, Senin (9/7)..

Pelatihan itu juga dihadiri Bupati Badung, Bali, I Nyoman Giri Prasta, Bupati Kulonprogo, DI Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dan Wakil Bupati Trenggalek, Jawa Timur, Mochamad Nur Arifin.

Untuk menghidari godaan korupsi, kata Mundjirin, dirinya meminta orang-orang di sekitarnya dan masyarakat untuk selalu mengingatkan. “Anda sudah memilih saya. Kalau saya salah, tolong dijewer. Kalau benar, rakyat pasti akan membela,” ujarnya.

Untuk menjaga pemerintahannya bersih, Mundjirin juga tak sungkan untuk meminta bantuan pihak lain. Misalnya, dalam pengelolaan dana desa oleh kepala desa di Kabupaten Semarang.

“Kepala desa kami kirim ke Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk ikut pelatihan. Tujuannya, jangan sampai ada korupsi dalam pengelolaan dana desa. Jangan sampai menggunakan uang rakyat untuk kepentingan pribadi,” ujar dia.

Dikatakan, pemerintahan yang bersih adalah satu cara yang akan memutus lingkaran setan kemiskinan, yang selama ini menjerat masyarakat. “Kita harus bisa melihat kemiskinan seperti melihat penyakit. Kita tahu, oh ini panas, ini batuk,” kata bupati yang juga seorang dokter itu.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE