Polisi Tunda Olah TKP 40 Kapal Terbakar di Benoa

Polisi Tunda Olah TKP 40 Kapal Terbakar di Benoa
Petugas pemadam kebakaran dan warga berusaha memadamkan api yang membakar kapal ikan di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, Senin 9 Juli 2018. ( Foto: Antara )
I Nyoman Mardika / AB Kamis, 12 Juli 2018 | 11:06 WIB

Denpasar - Tim gabungan Satreskrim Polresta Denpasar dan Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri cabang Denpasar, Rabu (11/7), menunda pelaksanaan olah tempat kejadian perkara (TKP) terhadap 40 kapal yang terbakar di Pelabuhan Benoa. Rencananya olah TKP di kamar mesin Kapal KM Cilacap Jaya Karya, tetapi ditunda karena kamar mesin kapal penuh air.

“Rencananya hari ini (kemarin, Red) kami melakukan pemeriksaan di kamar mesin. Karena penuh air, ya harus disedot dulu,” kata Kasatreskrim Polresta Denpasar Komisaris Polisi Wayan Arta Ariawan.

Ternyata, lanjut Kompol Arta, proses penyedotan air memakan waktu lama. Padahal pihaknya ingin secepatnya melakukan olah TKP di kamar mesin tersebut. “Kami masih menunggu sampai kering,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose mengatakan saat ini labfor masih melakukan pemerikaan kapal terbakar. “Seperti saya sampaikan saat di TKP, kita akan melakukan ini (pemeriksaan labfor, Red). Nanti akan saya sampaikan hasilnya,” ujarnya.

Menurut kapolda, pihaknya belum bisa menentukan status kasus tersebut sebelum ada laporan hasil pemeriksaan labfor. Pemeriksaan terhadap para saksi merupakan hanya salah satu alat bukti dan tetap harus didukung keterangan ahli.

Ketika ditanya indikasi kelalaian ABK? Petrus menyatakan,"Itu saya sampaikan tadi, dalam proses penyelidikan dan penyidikan akan bisa dilaksanakan sesudah ada keterangan ahli."

Keterangan ahli itu dikeluarkan dengan surat oleh labfor berdasarkan pemeriksaan signifikan di TKP. “Sampai tadi malam masih ada api sedikit dan itu masih dalam proses (pemadaman, Red),” tegasnya. 

Sebelumnya dilaporkan petugas Polsek Benoa membawa 13 anak buah kapal (ABK) dan seorang kapten kapal untuk mendatangi lokasi kejadian terbakarnya puluhan kapal penangkap ikan pada Senin (9/7) dini hari. Para saksi itu digiring ke lokasi dengan tujuan memperjelas kronologi kejadian yang mengakibatkan puluhan kapal hangus terbakar. 



Sumber: Suara Pembaruan