BNN: Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Harus Libatkan Seluruh Lembaga

BNN: Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Harus Libatkan Seluruh Lembaga
Peringatan Hari Anti-Narkoba Internasional (HANI) 2018 di Lido, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis, 12 Juli 2018. ( Foto: Istimewa / Asni Ovier )
Asni Ovier / AO Kamis, 12 Juli 2018 | 17:03 WIB

Jakarta – Upaya untuk memberantas dan mencegah penyalahgunaan narkoba tidak bisa dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) sendirian. Untuk itu, BNN meminta agar kementerian/lembaga dan semua instansi pemerintah memberi dukungan dalam proses pemberantasan narkoba, khususnya dalam program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Narkoba adalah musuh kita bersama sebagai bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kita mengharapkan dukungan dalam menjalankan program P4GN di masing kementerian dan lembaga. Saya mengharapkan P4GN dimasukkan rencana kerja di setiap kementerian dan lembaga,” ujar Kepala BNN Irjen Heru Winarko dalam peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) 2018 di Balai Besar Rehabilitasi BNN, Cigombang, Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/7).

Kegiatan HANI 2018 dibuka oleh Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mewakili Presiden Joko Widodo. Hadir pula sejumlah pejabat dan tokoh nasional, seperti Menteri Dalam Negeri Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Ketua KPK Agus Rahardjo, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Ari Dono Sukmanto, Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, mantan Kepala BNN yang saat ini menjabat Dirut Bulog Budi Waseso, Ketua Ombudsman Amzulian Rifai, dan para mantan Kepala BNN.

Heru mengatakan, perang terhadap narkoba memang harus dilakukan secara bersama-sama, sehingga apa yang selama ini dijalankan BNN juga bisa semakin maksimal. Selain kementerian, lembaga, dan instansi pemerintah, perlawanan terhadap narkotika juga harus didukung seluruh lapisan masyarakat.

Dalam menjalankan P4NG, lanjut Heru, BNN telah mencatat capaian-capaian yang perlu terus ditingkatkan. Pencapaian itu, antara lain BNN berhasil merehabilitasi 18.311 penyalahguna narkoba dan memberikan layanan pascarehabilitasi kepada 7.329 penyalahguna narkoba. “Kami juga berdiskusi dengan Dirjen Lapas, kalau ada oknum pegawai yang menjadi pengguna, bisa ditampung,” ujarnya.

Menurut Heru, selama ini BNN sudah melakukan pengembangan balai rehabilitasi di Lido sebagai pusat pengkajian, pelayanan, dan pelatihan. Banyak mahasiswa dan dosen, bahkan ada yang dari Thailand, yang melihat tempat tersebut. Deputi Rehabilitasi BNN juga menjadi pakar di mancanegara dan BNN telah melibatkan beberapa pihak untuk berkoordinasi dengan pihak luar negeri.

Heru menuturkan, sudah ada sejumlah kasus narkoba yang berhasil diungkap aparat penegak hukum dengan barang bukti yang disita, antara lain 4,71 ton sabu-sabu, ganja, dan ekstasi. Pada 2017, ujarnya, BNN juga mengungkap kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait narkoba dengan barang bukti berupa aset lebih dari Rp 105 miliar. Tahun sebelumnya, ada 21 kasus dengan nilai sitaan mencapai Rp 261 miliar.

“Pada Februari 2018, BNN berhasil mengungkap TPPU dari satu sindikat sebesar Rp 6,4 triliun. Ada sekitar 15 negara yang menerima aliran dana tersebut,” ujarnya. Dikatakan, aset-aset jaringan narkoba yang disita akan digunakan untuk mendukung kinerja aparat dalam menegakkan hukum.

Menko Polhukam Wiranto mengatakan, program yang dijalankan BNN memang harus didukung oleh semua kementerian dan lembaga, termasuk didukung oleh seluruh masyarakat. Sebab, kata dia, ancaman narkotika memang harus dilawan secara bersama-sama oleh semua elemen masyarakat.

“Inilah yang kita sebut perang semesta. Perang kita semua melawan narkoba.
Kalau itu kita lakukan, kita bisa menang,” tuturnya. Wiranto mengatakan, narkoba menjadi ancaman serius bagi anak muda, sehingga mengancam masa depan bangsa.

Karena itu, ujar dia, anak muda harus disadarkan bahwa narkoba merupakan kenikmatan sesaat dan bisa menghancurkan dalam jangka panjang. “Apa pun langkah untuk melawan narkoba harus kita dukung bersama-sama. Gerakan ini harus secara masif dilakukan,” kata Wiranto.

Pada kesempatan itu, BNN juga memberikan sejumlah penghargaan kepada pihak-pihak yang berjasa dalam mendukung pemberantasan narkoba di Indonesia. Mereka diberikan sertifikat penghargaan P4NG yang diserahkan langsung oleh Menko Polhukam.

Penerima penghargaan itu ada dari instansi pemerintah dan juga pihak swasta, yakni Mendagri Tjahjo Kumolo, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, Komandan KRI Sigurot, Wali Kota Binjai, MNC Group, Citilink Indonesia, PP Property, Cinemaxx Global, DR Suyanto (dosen), Garda Mencegah dan Mengobati (LSM), serta praktisi teknologi informasi Aryo Maulana.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE