Polisi Bekuk Pelajar Komplotan Begal

Polisi Bekuk Pelajar Komplotan Begal
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
I Nyoman Mardika / FER Kamis, 12 Juli 2018 | 18:50 WIB

Denpasar - Polisi akhirnya mampu mengungkap kasus begal di Denpasar yang menimpa tukang ojek online, Satria Yudha Wibawa (23) yang tinggal di Jalan Tukad Petanu Gang Garuda, Denpasar.

Komplotan begal ini merupakan lima pelajar di Denpasar berinisial OTB (16), RMMP (16), DPS (14), MAS (16) dan AR (15). Kelima pelaku berhasil ditangkap anggota Opsnal Polsek Denpasar Selatan (Densel), Kamis (5/7).

"Kejadiannya dua bulan yang lalu, tepatnya hari Jumat tanggal 18 Mei pukul 02.30 Wita," tegas Kapolsek Densel Kompol Nyoman Wirajaya, didampingi Kanitreskrim Iptu Hadimastika, Kamis (12/7).

Kronologisnya, korban berangkat dari tempat tinggalnya di Jalan Tukad Petanu Gang Belibis, Denpasar Selatan, hendak mengambil order di depan TKP. Menurut korban, setibanya di TKP, dia dihadang sekitar tujuh orang. Salah satu pelaku hendak merampas kunci motor, tapi korban mempertahankannya. Sedangkan pelaku lain minta rokok. "Karena korban tidak bawa rokok, dibilang tidak punya," kata Kapolsek Wirajaya.

Tiba-tiba pelaku yang posisinya di belakang langsung memukul korban. Selanjutnya HP milik korban langsung dirampas dan para pelaku langsung kabur. Korban berusaha mengejar pelaku hingga di Jalan Tukad Citarum, Densel. Karena kehilangan jejak, korban langsung melapor ke Polsek Densel.

Setelah dua bulan melakukan penyelidikan kasus itu, polisi akhirnya berhasil mengungkap identitas pelaku. Selanjutnya pada Kamis (5/7), polisi meringkus pelaku di rumahnya masing-masing. Tersangka OTB di Jalan Tukad Pakerisan Gang V, Densel, RMMP di Jalan Tukad Banyusari Gang Pelita I, Denpasar, DPS di Jalan Tunjung Sari II, Denpasar Barat, MAS di Jalan Cokroaminoto Gang Pucuk Sari II, Denpasar Utara dan AR di Jalan Patih Nambi, Denpasar Utara.

"Karena ancaman hukuman kasus ini lebih dari 5 tahun, kami melakukan penahanan. Satu residivis (RMMP) kasus curanmor. Sedangkan HP milik korban dijual Rp 2,5 juta. Uang hasil kejahatan tersebut dipakai foya-foya dan pesta miras. Kami masih mengembangkan kasus ini, siapa tahu ada pelaku lainnya," kata Wirajaya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE