Bakal Caleg Pemakai Narkoba Jangan Harap Bisa Ikut Pemilu

Bakal Caleg Pemakai Narkoba Jangan Harap Bisa Ikut Pemilu
Ilustrasi Pemilu Legislatif 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo )
Carlos KY Paath / FMB Jumat, 13 Juli 2018 | 11:00 WIB

Jakarta – Gerakan antinarkotika sepatutnya ditumbuhkan dalam berbagai bidang, termasuk politik. Regulasi kepemiluan telah berupaya menghasilkan legislator bebas dari narkoba.

“Undang-Undang (UU) Nomor 7/2017 tentang Pemilu, Pasal 240 ayat (2) huruf d menyebutkan, bakal calon anggota legislatif (bacaleg) wajib memiliki surat keterangan bebas dari penyalahgunaan narkoba,” tegas Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Jumat (13/7).

Menurutnya, setiap wakil rakyat terpilih juga perlu mendukung pemberantasan narkoba. Sebagai Mendagri, lanjutnya, dirinya sejak awal berkomitmen membantu Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mencegah peredaran narkoba.

Ia telah memerintahkan pemerintah daerah (pemda) menyiapkan pusat rehabilitasi narkoba. “Mendagri punya hak untuk revisi dan evaluasi anggaran. Kami minta setidaknya tiap provinsi punya pusat rehabilitasi (pecandu narkoba),” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Bahtiar menuturkan, semangat anti narkotika, diperkuat aturan pelaksanaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui Peraturan KPU (PKPU). “PKPU Nomor 20/2018, Pasal 8 ayat (1) huruf h diatur syarat bacaleg yaitu bebas dari penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adaktif,” kata Bahtiar.

Ia menyatakan, narkotika merupakan kejahatan luar biasa. Daya rusaknya narkoba begitu mengerikan. Karenanya, instrumen hukum yang kuat menjadi penting menangkal anggota DPR terkontaminasi pengaruh narkotika.

Ia menambahkan, masyarakat berhak mendapat wakil rakyat yang berintegritas, apalagi bebas narkoba. “Aturan dalam UU Pemilu maupun PKPU, bentuk upaya cegah dini membersihkan para calon penyelenggara negara khususnya kalangan legislatif bebas dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif,” imbuhnya.

Sebelumnya, BNN berharap agar seluruh kementerian/lembaga memberikan dukungan dalam memerangi narkoba, khususnya lewat program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Narkoba adalah musuh kita bersama sebagai bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kita mengharapkan dukungan dalam menjalankan program P4GN di masing kementeria/lembaga,” kata Kepala BNN Heru Winarko dalam peringatan Hari Antinarkotika Internasional (HANI) 2018 di Balai Besar Rehabilitasi BNN di Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), Kamis (12/7).

Perang terhadap kejahatan narkotika juga harus didukung berbagai lapisan masyarakat. Sejauh ini, dalam menjalankan P4NG, BNN mencatat banyak capaian yang perlu senantiasa ditingkatkan. BNN telah merehabilitasi 18.311 penyalahguna narkoba dan memberikan layanan paska rehab 7.329 penyalahguna narkoba. Dari sisi pencegahan, sejumlah kasus narkoba yang berhasil diungkap aparat penegak hukum sepanjang 2018 dengan barang bukti 4,71 ton sabu ganja, dan ekstasi.

Kegiatan HANI 2018 dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto yang mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selalin itu, hadir juga sejumlah pejabat dan tokoh nasional di antaranya Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes) Eko Putro Sandjojo, Ketua KPK Agus Rahardjo, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, Ketua Ombudsman RI Amzulian Rifai serta mantan Kepala BNN yang saat ini menjabat Dirut Bulog Budi Waseso.

“Setiap hari 30 anak muda kita meninggal karena narkoba. Sebulan 900 orang, itu setara dengan pesawat 77300 yang jatuh semuanya mati berarti korban narkotika ini besar sekali. Kita setiap lebaran berjaga-jaga supaya tidak ada korban kecelakaan lalu lintas. Kita bisa tekan, setahun dulu 800 sampai 700, sekarang kita tekan di bawah 300. Tapi ini setiap hari 30 orang kita tanpa kita sadari seakan-akan kita membiarkan mati karena narkoba,” kata Wiranto saat membuka peringatan HANI 2018.

Ia mengajak semua pihak lebih peka terhadap peredaran narkoba. “Marilah teman-teman bahaya narkoba ini bukan di depan mata tapi sudah kita alami. Kita sedang perang dengan itu. Kita dukung program BNN untuk melawan narkoba dengan cara-cara lebih kuat, simultan dan lebih total dan didukung oleh komponen masyarakat Indonesia,” tandasnya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE