James T Riady: Lippo Terpanggil Membangun NTT

James T Riady: Lippo Terpanggil Membangun NTT
James Riady (kanan) dan Frans Lebu Raya. ( Foto: ID/Primus Dorimulu )
Primus Dorimulu / AB Jumat, 13 Juli 2018 | 12:41 WIB

Kupang- Lippo Group terpanggil untuk ikut membangun Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bagian tanggung jawab sosial. Provinsi ini menyimpan potensi besar untuk berkembang maju. Partisipasi Lippo di NTT terutama pada transformasi sumber daya manusia.

"Jika mencari uang, kami tidak ke NTT," ujar CEO Lippo Group James T Riady saat menerima penghargaan dari pemerintah Provinsi NTT sebagai pengusaha nasional yang menjadi pionir di NTT, Kupang, Jumat (13/7).

Pada 2012, mal yang didirikan Lippo beroperasi di Kupang, lengkap dengan ritel modern, Hypermart. Sedang sejak awal 2015, RS Siloam yang diresmikan 20 Desember 2014, mulai beroperasi di Kupang.

Lippo juga membangun rumah sakit Siloam di Labuan Bajo, Manggarai Barat, satu dari sepuluh destinasi unggulan yang ditetapkan di Indonesia. Rumah sakit yang dibangun tahun 2015 dan mulai beroperasi awal 2016 itu menambah daya tarik Labuan Baju sebagai gateway menuju destinasi wisata di Komodo National Park dan berbagai objek wisata di Flores.

Mempekerjakan 750 dokter spesialis, dokter umum, perawat, staf media, dan karyawan, dua RS Siloam di NTT menerima 900.000 pengunjung dan merawat 180.000 pasien setiap tahun. Selain itu, RS Siloam menyediakan peralatan medis mutakhir untuk melayani pasien. Saat ini, Lippo sedang melihat peluang untuk membangun rumah sakit di kabupaten lain di NTT.

Sebagai bagian dari upaya transformasi sumber daya manusia, Lippo lewat Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) ikut mengembangkan pendidikan di NTT. Pada tahun 2011, YPPH mengambil alih pengelolaan enam sekolah dari SD hingga SMA di Kupang, Rote, Labuan Bajo. Di Kupang, Lippo membangun Sekolah Dian Harapan, SD hingga SMA dengan fasilitas lengkap. Saat ini, enam sekolah YPPH mendidik 2.169 murid dengan melibatkan 131 guru. YPPH di NTT mempekerjakan 208 staf dan karyawan. Setiap tahun YPPH menyediakan program beasiswa bagi 100 mahasiswa NTT.

JamesT Riady berfoto bersama

Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengaku mengajak Lippo dalam beberapa kali pertemuan dengan James, di antaranya di Tampak Siring, Bali. Dia yakin, jika ada pengusaha besar yang masuk, pengusaha lain akan ikut berinvestasi ke NTT.

"Ternyata benar. Setelah Lippo masuk, banyak perusahaan lain ikut berinvestasi," kata Frans yang pada tinggal 16 Juli mengakhiri masa tugas sebagai gubernur NTT.

James mengatakan, keberadaan Lippo di NTT bukan kebetulan, melainkan sebuah pilihan sadar untuk membangun provinsi ini. Lippo sudah lama terpanggil untuk membangun wilayah timur Indonesia yang umumnya jauh tertinggal dari sesama saudara sebangsa di wilayah barat. Di bidang infrastruktur fisik, NTT banyak tertinggal.

"Tapi, kehadiran Lippo di provinsi ini terutama untuk ikut melakukan transformasi sumber daya manusia lewat pendidikan dan kesehatan," paparnya.

Sikap birokrasi NTT dalam menerima investor cukup bagus. "Saya dilayani dengan baik dan tidak satu pejabat pun yang meminta uang," kata James dalam sambutannya. Hingga saat ini, investasi Lippo di NTT sudah di atas Rp 1,5 triliun.

Selain Lippo Group, Pemprov NTT memberikan penghargaan kepada belasan perusahaan di antaranya CT Corporation yang telah membangun Transmart di Kupang dan perusahaan yang membangun hotel bintang lima, Nihiwatu, di Sumba Barat Daya. Nihiwatu meraih penghargaan internasional sebagai hotel terbaik pada 2016 dan 2017.

Pembagian penghargaan kepada para pengusaha merupakan bagian dari acara perpisahan aparatur sipil negara (ASN), para penyelenggara negara, dan masyarakat NTT dengan Gubernur Frans Lebu Raya dan Wakil Gubernur Benny Litel Noni yang mengakhiri tugas pada 16 Juli 2018. Leburaya sudah mengabdi di NTT selama 19 tahun, baik sebagai anggota DPRD Provinsi NTT selama empat tahun, wakil gubernur era Gubernur Piet Tallo lima tahun, dan gubernur selama 10 tahun.

Saksikan videonya di sini:



Sumber: Investor Daily
CLOSE