Ribuan Siswa Ikuti Upacara Pawintenan

Ribuan Siswa Ikuti Upacara Pawintenan
Bupati Karangasem Bali, IGA Mas Sumatri bersama Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karangasem, I Gusti Ngurah Kartika, Direktur Urusan Agama Hindu Kemenag, I Wayan Budha saat pelaksanaan upacara Pawintenan, di Taman Budaya Candra Buana Bhuwana Amlapura, Jum'at (13/7/2018) ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Sabtu, 14 Juli 2018 | 12:45 WIB

Karangasem- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem menggelar upacara memohon ilmu pengetahuan atau pawintenan untuk siswa baru SMP, SMA dan SMK, di Taman Budaya Candra Buana Bhuwana Amlapura, Karangasem, Bali, Jumat (13/7).

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karangasem I Gusti Ngurah Kartika, dan Direktur Urusan Agama Hindu Dirjen Bimas Hindu Kemenag, I Wayan Budha. Bupati Mas Sumatri secara resmi membuka upacara tersebut.

Upacara pawintenan adalah tradisi yang dilakukan oleh pelajar Hindu di Bali. Upacara ini bertujuan untuk memohon kesehatan jasmani dan rohani agar bisa menerima ilmu pengetahuan.

“Pelaksanaan pawintenan bagi siswa baru dilandasi oleh nilai ajaran agama Hindu, bahwa memulai mempelajari sesuatu yang baru wajib mohon restu, agar senantiasa diberikan petunjuk belajar dengan baik dan berharap ilmu tersebut bermanfaat. Yang menjadi landasan bagi pelajar adalah niat dan tata krama yang baik,” katanya.

Ilmu pengetahuan, lanjutnya, ibarat pisau bermata dua. Bisa bermanfaat ketika berada pada orang yang baik, tetapi bisa pula menghancurkan keberadaban manusia bila berada pada orang yang jahat. “Pelaksanaan pawintenan dilandasi oleh keinginan agar ilmu pengetahuan berada pada orang yang baik, agar kelak dapat bermanfaat bagi umat manusia,” tuturnya.

Pawintenan dilakukan setelah mengikuti masa orientasi pengenalan sekolah. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh siswa, tetapi juga oleh para guru agar keduanya siap dalam proses belajar dan mengajar.

Peserta pawintenan terdiri dari 7.036 siswa SMP, 3.279 siswa SMA, 2.208 siswa SMK dan dipimpin oleh 9 sulinggih dan 200 pemangku adat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karangasem I Gusti Ngurah Kartika menyatakan, upacara tersebut bertujuan untuk membersihkan hati dan mempertajam pikiran.



Sumber: Suara Pembaruan