Pemerintah Pusat Bangun Jalan Paralel di Kaltara

Pemerintah Pusat Bangun Jalan Paralel di Kaltara
Ilustrasi pembangunan jalan ( Foto: Antara/Joko Sulistyo )
/ JAS Sabtu, 14 Juli 2018 | 14:07 WIB

Nunukan - Pemerintah pusat membangun sejumlah infrastruktur transportasi darat di wilayah perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara), terutama jalan paralel yang diupayakan rampung pada 2019.

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie di Tanjung Selor mengatakan, perhatian dan gerak cepat pemerintah pusat yang menggelontorkan anggaran untuk membangun infrastruktur di wilayah perbatasan patut diapresiasi oleh seluruh elemen masyarakat.

Pembangunan jalan paralel di Provinsi Kaltara ini tidak lain untuk membuka keterisolasian wilayah khususnya pedalaman dan perbatasan dengan negara tetangga Malaysia. Jalan paralel ini dipastikan memperlancar arus perekonomian karena akses semakin mudah dan lencar.

"Salah satu wujud nyata meningkatkan perekonomian masyarakat yang dilakukan pemerintah pusat adalah dengan membangun jalan paralel di wilayah perbatasan," tandas dia.

Anggaran yang digunakan membangun jalan paralel ini sepenuhnya bersumber dari APBN hingga triliunan rupiah dengan target rampung pada 2019.

Sebenarnya, proyek pembangunan jalan perbatasan ini telah lama diusulkan kepada pemerintah pusat namun patut disyukuri atas respons cepat pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Salah satu pembangunan jalan paralel yang sedang berlangsung adalah ibu kota Kabupaten Malinau menuju Long Boh sepanjang 603 kilo meter. Pembangunan jalan ini saat ini telah mencapai 343 kilo meter dan tersisa 260 kilo meter lagi.

Irianto Lambrie menyatakan, informasi yang diperoleh dari Dinas PUPR Kaltara pengerjaan pembangunan jalan paralel ini melibatkan prajurit Zeni TNI AD.

"Pembukaan jalan paralel yang menembus hutan belantara ini sekarang dari Long Kumuat ke Long Nawang," ujar dia.

Panjang jalan ini dari ibu kota Kabupaten Malinau menuju Pujungan sepanjang 217 kilometer, dan dari Pujungan ke Long Boh sepanjang 386 kilo meter.



Sumber: ANTARA
CLOSE