240 Mahasiswa-Dosen Indonesia Raih Beasiswa Erasmus+

240 Mahasiswa-Dosen Indonesia Raih Beasiswa Erasmus+
Ilustrasi beasiswa Erasmus+. ( Foto: eeas.europa.eu )
/ JAS Sabtu, 14 Juli 2018 | 14:33 WIB

Jakarta - Sebanyak 240 mahasiswa dan dosen Indonesia memperoleh beasiswa dari Uni Eropa (UE) melalui Program Erasmus+ untuk tahun akademik 2018.

Para penerima beasiswa Erasmus+ ini akan menempuh studi tingkat S1, S2, S3, dan pascadoktoral di Eropa, baik untuk program gelar maupun non-gelar/pertukaran. Sebagian penerima beasiswa Erasmus+ akan menempuh pendidikan di dua perguruan tinggi yang terletak di negara Eropa berbeda.

"Ini adalah jumlah terbanyak penerima beasiswa Erasmus+ sejak pertama kali diluncurkan di Indonesia pada 2004", kata Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Guerend dalam upacara penghargaan Erasmus+ di Jakarta, Sabtu.

Erasmus+ dimulai 30 tahun lalu di Eropa, dan kini menjadi salah satu kebijakan paling sukses antarpemerintah negara-negara UE dengan lebih dari sembilan juta siswa dari berbagai belahan dunia sudah mendapat manfaat beasiswa ini.

"Mereka adalah generasi muda berpikiran terbuka, percaya diri, toleran dan menghargai perbedaan," tutur Dubes Guerend.

Selain meningkatkan ilmu akademis, para penerima beasiswa diharapkan memperkaya pengalaman hidup untuk membantu mendukung nilai-nilai saling pengertian antarmanusia maupun budaya.

Salah satu penerima beasiswa, Gilang Mentari Hamidy, menyatakan Erasmus+ adalah "mimpi menjadi kenyataan" bagi dirinya untuk melanjutkan pendidikan master di bidang security and cloud computing di Finlandia sebagai negara tujuan pertama.

Keinginan Gilang untuk mempelajari bidang tersebut dilatarbelakangi minatnya yang besar di bidang teknologi informasi dan komunikasi, saat dunia memasuki era internet of things (IoT) dan kecerdasan artifisial.

"Saya ingin menjadikan Indonesia emerging leader bidang teknologi. Saya melihat Indonesia punya potensi yang sama besarnya dengan India misalnya, yang punya banyak SDM mumpuni bidang teknologi," kata lulusan Universitas Indonesia itu.

Sejak 2004, sudah lebih dari 1.600 mahasiswa Indonesia menerima beasiswa Erasmus+. Selain program master dan pertukaran untuk mahasiswa, beasiswa ini juga memfasilitasi pertukaran antara dosen Indonesia dan Eropa.

"Erasmus+ memberikan kesempatan berharga untuk perkembangan karier kami, berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia serta mendorong terjalinnya kerja sama yang baik antara universitas-universitas Indonesia dan Eropa," ujar Ella Jauvani Sagala, dosen Universitas Telkom yang akan mengikuti program pertukaran dosen ke Spanyol.



Sumber: ANTARA
CLOSE