Kebakaran Hutan Ancaman Asian Games, Ini Langkah Polri

Kebakaran Hutan Ancaman Asian Games, Ini Langkah Polri
Petugas memadamkan api yang membakar kawasan hutan. ( Foto: istimewa )
Farouk Arnaz / WBP Senin, 23 Juli 2018 | 15:19 WIB

Jakarta - Mabes Polri angkat bicara soal sejumlah titik yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera yang berpotensi menimbulkan kabut asap dan mengganggu Asian Games di Jakarta dan Palembang Agustus mendatang.

“Polri mengingatkan agar masyarakat sadar terhadap pembukaan lahan dengan cara membakar hutan. Itu sangat berbahaya terutama untuk lingkungan hidup dan kesehatan,” kata Kabag Penum Polri Kombes Syahar Diantono di Mabes Polri, Jakarta, Senin (23/7).

Untuk menanggulangi karhutla, Syahar mengatakan, Polri telah melakukan beberapa upaya, misalnya membangun kanal atau tempat penampungan air di daerah rawan kebakaran.

Selain itu, polisi juga mengeluarkan maklumat mengenai kewajiban, larangan, dan sanksi karhutla. UU nNomor 32 tahun 2009 juga sudah ditulis bahwa pelaku pembakaran hutan dan lahan dikenakan hukuman kurungan selama 10 tahun dan denda Rp 10 miliar.

“Antisipasi Polri dalam pencegahan kebakaran hutan juga dilakukan dengan membentuk satgas karhutla yang terus memantau kondisi di lapangan. Jika ada titik api yang ditemukan, tim segera menuju lokasi untuk memadamkan," lanjutnya.

Satgas karhutla memiliki alat pantau yang dapat memantau titik api, lalu dengan cepat menuju lokasi jika terpantau dalam layar pemantauan.

“Polri juga akan melakukan penyelidikan jika terdapat sabotase atau kesengajaan yang menyebabkan kebakaran hutan pada daerah tertentu di Indonesia,” sambungnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE