Pemikir Islam, Ahmad Syafii Maarif.
Di Indonesia, negarawan selalu dipersepsikan sebagai tokoh besar, padahal banyak orang yang berbuat kebaikan demi masyarakat banyak namun belum dikenal

Maarif Institute, Sabtu malam (26/5)), menganugerahi penghargaan kepada dua tokoh lokal, Charles Patrick Edward Burrows OMI, atau yang dikenal dengan sapaan Romo Carolus, dan Ahmad Bahrudin, dua pegiat aksi kemanusiaan di Cilacap dan Salatiga, Jawa Tengah.

"Mereka adalah orang yang beragama secara otentik, berasal dari dua agama yang berbeda namun memiliki satu tujuan sama, kemanusiaan. Mereka berdua sungguh luar biasa," kata pendiri Maarif Institute, Buya Syafii Maarif, di Jakarta.

Romo Carolus (69) memegang peranan sangat penting dalam kemajuan sejumlah desa di Cilacap. Romo kelahiran Irlandia yang berkarya di Cilacap sejak 1973, menjadi penggerak sekaligus penghubung antara masyarakat dan pemerintah daerah setempat untuk membangun jalan, sarana pendidikan, balai pengobatan, tambak udang dan lain-lain.

Saya hanyalah orang desa yang hanya menjadi inisiator. Seharusnya yang menerima penghargaan itu adalah para tukang bangunan, guru dan masyarakat setempat," kata Romo Carolus, yang sudah menjadi warga negara Indonesia sejak 1983.

Sementara itu, Ahmad Bahrudin, yang kerap disapa Kang Din, merupakan pendiri paguyuban petani Qoryah Thayyibah di Salatiga, Jawa Tengah. Paguyuban tersebut didirikan untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada para petani setempat, agar dapat meningkatkan produksi hasil panenan mereka.

Lewat paguyuban itu, Kang Din berhasil membuat para petani memproduksi pupuk cair bio organik, yang dapat membantu mengurangi potensi pemanasan global sebesar 21 kali lipat.

Maarif Awards merupakan penghargaan bagi orang-orang yang memiliki dedikasi di bidang kemanusiaan. Program tersebut memberikan penghargaan kepada para tokoh yang tidak dikenal oleh publik.

"Di Indonesia, negarawan selalu dipersepsikan sebagai tokoh besar yang terkenal. Padahal banyak orang yang berbuat kebaikan demi masyarakat banyak namun belum dikenal," kata Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Riza Ulhaq.

Penyelenggaraan Maarif Awards sudah empat kali sejak 2007. Untuk Maarif Awards 2012, dewan juri menyeleksi 53 berkas kandidat dan memilih dua orang sebagai peraih penghargaan.

Penulis: