Jelang Pemilu 2019, Ekonomi Dijamin Stabil

Jelang Pemilu 2019, Ekonomi Dijamin Stabil
Petugas KPU memperlihatkan alur pendaftaran bakal calon Anggota Legislatif yang akan mendaftarkan diri untuk caleg DPR RI di Gedung KPU RI, Jakarta, 4 Juli 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Bernadus Wijayaka / BW Jumat, 10 Agustus 2018 | 17:59 WIB

Jakarta- Perekonomian dijamin tetap stabil meski Indonesia akan menggelar Pemilu 2019. Sebab, kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus menunjukan tren positif. Tingkat kepuasan masyarakat mencapai 60%.

Ada banyak capaian positif yang didapatkan Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Jokowi. Dalam empat tahun terakhir, angka kemiskinan mengalami penurunan signifikan. Angka kemiskinan saat ini berada di level 9,82%. Menariknya lagi, laju inflasi berhasil ditekan hingga 3,12%.

“Stabilitas ekonomi akan tetap terjaga menjelang hingga berakhirnya Pemilu 2019. Sebab, kondisinya memang stabil. Pemilu akan berjalan aman. Semua sektor bisa bergerak normal,” ungkap Kepala Staf Presiden Moeldoko, Jumat (10/8).

Garansi terjaganya stabilitas ekonomi saat Pemilu 2019 juga disampaikan dalam 'CEO Forum Industri Keuangan'. Forum pertemuan ini digelar oleh BNP Paribas Investment Partners di Hotel Mandarin Oriental, Kamis (9/8). Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Denni Puspa Purbasari mengatakan, kinerja pemerintahan Presiden Jokowi positif dan stabil.

“Belum lagi jika kita membahas persoalan infrastruktur yang bertujuan untuk membangun konektivitas antarmasyarakat. Dari sisi ekonomi, pencapaian Presiden Jokowi sangat signifikan,” kata Denni.

CEO BNP Paribas Investment Partners Vivian Secakusuma memaparkan, persoalan ekonomi tak bisa dianggap enteng, terlebih lagi jelang pemilu 2019 mendatang. Sebab, menjelang pemilu biasanya ada banyak isu yang berkembang. Kondisi ini tentu memberi pengaruh kurang menguntungkan bagi pelaku bisnis.

“Beberapa isu perekonomian kerap bermunculan, mulai dari soal melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, sampai kenaikan suku bunga yang terjadi karena beberapa faktor eksternal Indonesia,” kata Vivian.

CEO Forum Industri kali ini mengangkat tema mengenai ‘Dinamika Politik dan Ekonomi Indonesia di tahun 2019’. Dalam forum ini turut hadir Ketua Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS Philips Vermonte, serta dua Direksi BNP Paribas Wiman Kastami dan Aliyahdin Saugi. Diskusi dipandu jurnalis televisi senior Najwa Shihab.

Philips Vermonte menjelaskan, rakyat Indonesia dikenal kritis dalam memilih pemimpin. “Terbukti Pilkada 2018 Juni lalu melahirkan sosok-sosok pemimpin muda intelektual, seperti Ridwan Kamil yang terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat,” kata Vermonte.



Sumber: Suara Pembaruan