Evakuasi Jenazah Korban Pesawat Dimonim Terkendala Cuaca

Evakuasi Jenazah Korban Pesawat Dimonim Terkendala Cuaca
Polda Papua dan Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu-satunya korban selamat jatuhnya pesawat Demonim Air PK-HVQ di Oksibil Pegunungan Bintang Minggu 12 Agustus 2018. ( Foto: Istimewa )
Robert Isidorus / JAS Senin, 13 Agustus 2018 | 09:40 WIB

Jayapura - Proses evakuasi delapan jenazah korban kecelakaan pesawat Dimonim Air di Gunung Menuk, Kabupaten Pegunungan Bintang, menuju Jayapura terhambat cuaca. Daerah Oksibil masih berkabut sehingga tim penolong belum bisa memastikan kapan jenazah-jenazah korban bisa diterbangkan ke Jayapura.

"Cuaca buruk di Oksibil jadi belum bisa dilakukan evakuasi ke Jayapura," kata Humas SAR Jayapura Yadi kepada Suara Pembaruan, Senin (13/8) pagi.

Soal adanya kendala ini pun dibenarkan Presdir PT Marta Buana Abadi (Dimonim Air) Vicoas TB Amalo . Menurutnya hari ini evakuasi korban pesawat Dinonim Air belum bisa dilakukan. 

"Kami belum mengevakuasi para korban termasuk pilot dan kopilot kami" ujar Vicoas kepada wartawan.

"Cuaca tak memungkinkan kami masuk ke Oksibel. Karena cuaca tak bersahabat kita langsung ke Tanah Merah. Juga pesawat yang di Bandara Sentani menunggu cuaca cerah baru menuju Oksibil,"ujarnya.

Menurutnya, bila sudah tiba di Oksibil pihaknya akan mengevakuasi jenazah korban ke Jayapura. " Dan akan dilakukan visum di RS Bhayangkara,"ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Polres Pegunungan Bintang AKBP Michael. "Belum dapat dipastikan jam berapa dievakuasi karena cuaca di belum mendukung," katanya.

"Penyerahan jenazah kepada keluarga akan dilakukan setelah dilakukan pencocokan identitas di Rumah Sakit Bhayangkara," kata AKBP Michael.

Kepala Perwakilan Dimonim Jayapura Nugraheni secara terpisah juga mengatakan bahwa perusahaan sudah siap mengevakuasi jenazah korban kecelakaan, namun cuaca di Oksibil buruk sehingga pesawat terpaksa ke Tanah Merah.

"Kami masih menunggu cuaca dan bila cuaca membaik evakuasi akan segera dilakukan," kata Nugraheni.

Pesawat Pilatus dengan nomor penerbangan PK-HVQ milik Dimonim Air diketahui jatuh di Gunung Menuk setelah dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (11/8) dalam penerbangan dari Tanah Merah menuju Oksibil.

Akibat kecelakaan itu pilot dan kopilot pesawat serta enam penumpangnya tewas.

Satu-satunya penumpang pesawat yang selamat, Jumaidi (12), saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE