Perlancar Pembayaran Klaim, BPJS Kesehatan Gandeng Bank Muamalat

Perlancar Pembayaran Klaim, BPJS Kesehatan Gandeng Bank Muamalat
Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso dan Mitra Perbankan dalam acara Nongkrong Bareng JKN dengan tema "Sinergi antar Mitra dalam Pembiayaan Fasilitas Kesehatan" di The Hook Restaurant, Jakarta Selatan, Senin (20/8). ( Foto: Beritasatu Photo/Indah Kurniasih )
Dina Manafe / FER Rabu, 29 Agustus 2018 | 22:43 WIB

Jakarta - Untuk memperlancar arus finansial fasilitas kesehatan, BPJS Kesehatan kembali menggandeng perbankan. Kali ini, Bank Muamalat siap menjalin sinergi dengan BPJS kesehatan dalam hal untuk fasilitas pembiayaan syariah program supply chain financing (SCF).

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara BPJS Kesehatan dengan Bank Muamalat yang diwakili Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso, dan Chief Executive Officer (CEO) Bank Muamalat, Achmad K Permana, di Jakarta, Rabu (29/8).

Program SCF bagi mitra faskes BPJS Kesehatan merupakan program pembiayaan oleh bank yang khusus diberikan kepada faskes mitra BPJS Kesehatan untuk membantu percepatan penerimaan pembayaran klaim pelayanan kesehatan melalui pengambilalihan invoice sebelum jatuh tempo pembayaran. Selain membantu likuiditas faskes tetap terjaga, SCF juga diharapkan dapat mendorong faskes untuk tetap memberikan pelayanan seoptimal mungkin kepada peserta JKN.

"Bank Muamalat adalah bank syariah pertama yang berkomitmen menerapkan SCF bagi faskes mitra BPJS Kesehatan. Saat ini sejumlah perbankan baik nasional maupun swasta siap memberikan manfaat pembiayaan tagihan pelayanan kesehatan melalui SCF,” kata Kemal.

Sesuai aturan, BPJS Kesehatan wajib membayar klaim atas pelayanan yang telah diberikan oleh faskes kepada peserta paling lambat 15 hari kerja sejak dokumen klaim diterima lengkap. Hal ini merupakan peluang bagi Bank Muamalat untuk memberikan fasilitas pembiayaan modal kerja berupa talangan tagihan kepada pihak faskes selaku mitra BPJS Kesehatan.

Ke depan, kerja sama antara BPJS Kesehatan dan Bank Muamalat diharapkan dapat berlanjut seiring dengan upaya BPJS Kesehatan untuk mewujudkan jaminan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan bagi seluruh penduduk Indonesia.

Sampai dengan 10 Agustus 2018, tercatat sebanyak 200.734.182 jiwa penduduk di Indonesia telah menjadi peserta program JKN-KIS.

Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan kesehatan telah bekerja sama dengan 22.390 faskes tingkat pertama yang terdiri atas 9.884 puskesmas, 5.058 dokter praktik perorangan, 5.544 klinik non rawat inap, 676 klinik rawat inap, 21 rumah sakit kelas D pratama, serta 1.207 dokter gigi.

Sementara di faskes rujukan tingkat lanjutan, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 2.424 rumah sakit dan klinik utama, 1.579 apotik, dan 1.080 optik.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE