Temui Mahathir, Ma'ruf Bahas TKI Hingga Kerja Sama RI-Malaysia

Temui Mahathir, Ma'ruf Bahas TKI Hingga Kerja Sama RI-Malaysia
Cawapres Ma'ruf Amin bertemu PM Malaysia Mahathir Mohamad di kediaman pribadi Mahathir di Mines Residence, Kembangan, Malaysia, Sabtu 8 September 2018. ( Foto: Istimewa )
/ WBP Minggu, 9 September 2018 | 08:38 WIB

Kuala Lumpur - Calon Wakil Presiden Indonesia KH Ma'ruf Amin bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahatir Muhammad di kediamannya, Malaysia, Sabtu (8/9). Saat pertemuan, Ma'ruf didampingi Dubes RI di Kuala Lumpur, Rusdi Kirana dan sejumlah pejabat KBRI Kuala Lumpur. Ma'ruf Amin hadir bersama keluarga dan sejumlah stafnya yang mendampingi dari Jakarta.

Setelah pertemuan, Ma'ruf bertemu dengan Diaspora Indonesia Chapter Malaysia yang dipimpin Datuk Sri Chairul Anhar di rumah makan di Malaysia Tourism Information Center (Matic) Jalan Ampang.

"Saya bertemu Mahathir untuk bersilaturahmi terutama untuk mempererat hubungan persahabatan Indonesia - Malaysia supaya lebih baik lagi dan banyak kerja sama yang kita kembangkan," katanya kepada wartawan usai menghadiri acara Diaspora.

Secara khusus, Ma'ruf meminta kepada Mahathir agar para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terancam hukuman mati terutama kasus narkoba diringankan hukumannya. "Beliau berjanji akan memperjuangkan. Tadi juga dibicarakan tentang perlindungan TKI ke depan yang lebih terencana dan terpola secara sistematis. Ini bukan hanya di Malaysia tetapi di dunia secara khusus di Malaysia," katanya.

Dia berharap agar WNI di Malaysia bisa mempunyai masa depan yang lebih baik.

Sebagai cawapres, Ma'ruf berjanji ke depan akan menyiapkan runway atau landasan kuat agar Indonesia bisa tinggal landas pada 2024.

"Periode pertama Pak Jokowi baru orientasi. Pekerjaan sudah terlihat dengan membangun infrastruktur membikin Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar dan lain-lain. Ini sudah banyak dikerjakan karena itu kalau bisa meneruskan akan efektif, karena berikutnya sudah tidak ikut pilpres lagi," katanya.

Dia juga menyoroti saat ini masih ada konflik ideologis Islam dan Pancasila. Padahal Islam dan kebangsaan harus sudah selesai.

Turut hadir saat acara tersebut perwakilan dari Muhammadiyah Malaysia, Nahdlatul Ulama Malaysia, perwakilan organisasi massa daerah dan para profesional asal Indonesia di Kuala Lumpur.

Pada Minggu (10/9) Ma'ruf Amin dijadwalkan bertemu dengan PCINU Malaysia.



Sumber: ANTARA
CLOSE