Dari Tugu Pepera Merauke, Ketum Ansor Lepas Kirab Satu Negeri

Dari Tugu Pepera Merauke, Ketum Ansor Lepas Kirab Satu Negeri
Tim Kirab Satu Negeri yang membawa Bendera Merah Putih berkeliling seluruh wilayah Indonesia serentak bertolak dari lima titik terluar, Minggu (16/9/2018). ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Minggu, 16 September 2018 | 19:12 WIB

Merauke- Tim Kirab Satu Negeri yang membawa Bendera Merah Putih berkeliling seluruh wilayah Indonesia serentak bertolak dari lima titik terluar, Minggu (16/9).

Lima titik pemberangkatan adalah Sabang (Aceh), Nunukan (Kalimantan Utara), Miangas (Sulawesi Utara), Rote (NTT), dan Merauke (Papua).

Di Merauke, tim kirab dilepas langsung oleh Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas. Pemberangkatan dilakukan dengan mengambil lokasi bersejarah, yakni di Tugu Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) Jalan Raya Mandala Merauke.

Tepat pukul 07.00 waktu Indonesia Timur (WIT), Gus Yaqut, panggilan akrabnya, melepas tim kirab yang berjumlah 17 orang dengan membawa bendera Merah Putih. Sebelum pelepasan, digelar upacara singkat yang diikuti antara lain anggota Banser, muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, PMII dan ratusan siswa-siswi Kabupaten Merauke.

Hadir pula jajaran Pemkab Merauke, kepolisian, TNI, MUI, dan perwakilan sejumlah organisasi kemasyarakatan. Pelepasan ditandai dengan penyerahan Bendera Merah Putih secara simbolis kepada Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Papua Amir Madubun. Oleh Amir, 17 bendera tersebut kemudian dikirab menuju Jayapura.

Di depan ratusan peserta upacara, Gus Yaqut mengungkapkan latar belakang digelarnya Kirab Satu Negeri yang melibatkan sekitar 1 juta anggota Ansor se-Indonesia itu. Begitu besarnya anggota yang terlibat, jelas Gus Yaqut, tentu bukan hal mudah untuk mengorganisasinya.

Apalagi rute kirab melewati seluruh pelosok Nusantara yang memiliki karakteristik wilayah, budaya, bahasa yang berbeda-beda. Meski demikian, PP Ansor bertekad keras menggelar kegiatan ini sebagai salah satu cara untuk menanamkan kepada generasi muda agar semakin mencintai Tanah Air.

"Saya percaya perjalanan ini tidak mudah, penuh peluh dan butuh tekad kuat. Namun ini adalah ikhtiar kecil dalam rangka menjaga Indonesia," ujar Gus Yaqut dalam keterangan tertulisnya.



Sumber: Suara Pembaruan