Gempa M 6,3 di Situbondo, 3 Meninggal

Gempa  M 6,3 di Situbondo, 3 Meninggal
Dampak gempa di Jawa Timur. ( Foto: Istimewa )
/ AB Kamis, 11 Oktober 2018 | 05:42 WIB

Jakarta - Sebanyak tiga orang meninggal dunia akibat gempa bumi dengan bermagnitudo 6,3 yang mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali, Kamis (11/10) pukul 01.57 WIB. Dari siaran pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diterima Antara, selain tiga korban meninggal, beberapa rumah mengalami kerusakan.

BMKG melaporkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur pada kedalaman 12 km. Gempa tidak berpotensi tsunami. Posko BNPB telah mengonfirmasi dampak gempa ke BPBD Provinsi Jawa Timur.

Kondisi terparah di Kecamatan Gayam, Kabupaten Semenep, Jawa Timur. Korban yang meninggal di daerah itu adalah Nuril Kamiliya (7), H Nadhar (55), dan seorang lelaki dewasa yang masih diidentifikasi. Mereka adalah warga Desa Prambanan dan Jambusok, Kecamatan Gayam, yang meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. Korban yang sedang tidur tak bisa menyelamatkan diri ketika rumahnya roboh.

Selain itu beberapa rumah mengalami kerusakan. BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Sumenep masih melakukan pendataan. Kerusakan rumah terdapat di desa Jambuir, Kopedi, Kertasada, dan Nyabakan Timur.

Gempa juga terasa di seluruh wilayah Jawa Timur meliputi Situbondo, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Probolinggo, Bondowoso, Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Pasuruan, Batu, Malang, Blitar, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, dan Mojokerto.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di Sumenep dan Situbondo selama 2-5 detik. Masyarakat berhamburan keluar rumah..

Berdasarkan analisis peta gempa intensitas gempa dirasakan III-IV MMI di Denpasar, III MMI di Karangkates, III MMI di Gianyar, III MMI di Lombok Barat, III MMI di Mataram, III MMI di Pandaan. Artinya gempa dirasakan ringan hingga sedang. Secara umum tidak banyak dampak kerusakan akibat gempa. Posko BNPB terus memantau perkembangan dampak gempa dan penanganannya.

Bali
Guncangan keras juga dirasakan masyarakat yang tinggal di wilayah barat Bali, tepatnya di Kabupaten Jembrana dan wilayah utara Bali di Kabupaten Buleleng. Di Denpasar, sebagian warga juga merasakan gempa, meski dengan kekuatan yang kecil. Masyarakat memilih tetap berada di luar rumah karena takut gempa susulan.

“Kami sekeluarga di Denpasar tidak terlalu merasakan ada gempa, sehingga kami pun tidak keluar rumah. Namun, ada keluarga kami yang merasakan gempa sangat keras," kata Gede Serly asal kepada SP.



Sumber: ANTARA, Suara Pembaruan
CLOSE