Terjadi 14 Kali Gempa Susulan di Situbondo

Terjadi 14 Kali Gempa Susulan di Situbondo
Warga menunggu di luar RS Larasati ketika terjadi gempa di Pamekasan, Jatim, 11 Oktober 2018 dini hari. Data BMKG gempa bermagnitudo 6,4 SR yang berpusat di 61 km sebelah timur laut Kabupaten Situbondo pada pukul 01.44.57 Wib dengan kedalaman 10 km itu juga sempat menimbulkan kepanikan di beberapa daerah di Madura. ( Foto: Antara / Saiful Bahri )
Aichi Halik / AHL Kamis, 11 Oktober 2018 | 19:52 WIB

Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat setidaknya telah terjadi 14 kali gempa susulan pascaguncangan tektonik 6,3 SR di wilayah timur laut Situbondo pada Kamis (11/10) dini hari.

"Hingga pukul 08.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 14 aktivitas gempa susulan," ujar Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhammad Sadli, di kantor BMKG Jakarta Pusat, Kamis (11/10).

Gempa susulan yang paling kuat terjadi pada pukul 02.22 WIB dengan kekuatan 3,5 magnitudo. Sementara, gempa paling lemah terjadi pada pukul 03.13 WIB dengan kekuatan 2,4 SR.

Sadli mengatakan gempa Situbondo tidak terkait dengan gempa yang memicu tsunami di Palu pada 28 September lalu.

"Gempa ini tidak ada kaitannya dengan gempa Palu, namun ini terhubung dengan sesar lempeng Lombok dan Flores yang sedang aktif," katanya.

BMKG melihat tren bahwa kekuatan gempa semakin melemah. Namun pihaknya belum bisa memastikan kapan gempa susulan akan berhenti.

"Kami perlu 2-3 hari untuk mengatakan kapan gempa susulan akan berhenti. Namun masyarakat tidak perlu terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar Sadli.

"Yang kita harus antisipasi mitigasinya, karena yang diperlukan sekarang adalah bagaimana kesiapan masyarakat menghadapi bencana gempa yang bisa terjadi sewaktu-waktu," tambahnya.

Sebelum terjadinya gempa susulan, gempa pusat telah menewaskan tiga orang korban di Kabupaten Sumemenep. Gempa ini terletak di 7,46 LS dan 114,44 BT atau di 56 km arah timur laut Situbondo pada kedalaman 12 km.



Sumber: BeritaSatu TV
CLOSE