Pidato Game Of Thrones Jokowi Berhasil Tunjukkan Posisi Kedaulatan Indonesia

Pidato Game Of Thrones Jokowi Berhasil Tunjukkan Posisi Kedaulatan Indonesia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberika sambutan pada acara opening plenary Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10). ( Foto: Investor Daily / Nasori )
Markus Junianto Sihaloho / WM Jumat, 12 Oktober 2018 | 12:36 WIB

 

 

Jakarta - Peserta Indonesia di sidang tahunan International Monetery Fund (IMF) dan World Bank (WB) di Bali merasa bangga dengan Presiden Jokowi yang dinilai berhasil menunjukkan sikap berdaulat Indonesia yang diakui dunia. Hal itu akibat pidato Game of Thrones Jokowi di depan peserta sidang yang membuat semua peserta terpukau.

Kebanggaan itu disampaikan oleh Anggota TKN Jokowi- Ma'ruf Amin, Misbakhun, yang hadir menjadi peserta sidang tahunan itu sebagai anggota Komisi Keuangan DPR.

Misbakhun mengatakan, dirinya menjadi saksi mata pidato Presiden Jokowi. Posisi duduknya hanya terpisah 4 baris kursi dari posisi pidato Bapak Presiden Jokowi. "Saya menangkap atsmofir di ruang pertemuan. Suasana emosi dan kebatinannya saya rasakan," ujar Misbakhun, Jumat (12/10).

Menurut dia, isi pidato Presiden Jokowi menunjukkan standing position Indonesia sebagai negara yang berdaulat di depan organisasi sekelas IMF dan World Bank. Presiden Jokowi ingin menyampaikan pesan bahwa Indonesia punya sikap yang jelas dalam mengatur kedaulatan ekonominya. Pesan itu disampaikan dengan sangat halus tapi penuh makna lewat simbolisme Game Of Thrones.

"Tidak ada keinginan menggurui sehingga isi pesan bisa sampai kepada para seluruh yang hadir. Ini adalah salah satu pidato terbaik Bapak Presiden Jokowi yang pernah saya lihat dan dengarkan," katanya.

"Tepuk tangan yang diberikan oleh seluruh hadirin kepada isi pidato Bapak Presiden Jokowi di setiap paragraf demi paragraf yang mengena isi pesannya. Sampai pada akhir pidato yang ditutup dengan tepuk tangan yang panjang dan standing ovation dari seluruh peserta," bebernya.

"Luar biasa bapak presiden kita. Kita benar-benar bangga punya beliau," kata Misbakhun.

Mengenai substansi pidato Jokowi sendiri, Misbakhun menilai sangat penuh dengan simbolisme penuh makna. Mengutip cerita film Game of Thrones, Presiden Jokowi sebenarnya mengajak dunia berefleksi soal konflik kepentingan antar kekuatan besar yang saling mempertahankan arogansi kelompoknya sendiri. Terjadi peperangan besar yang merusak antar mereka.

Dan pernyataan Jokowi itu adalah sesuai kenyataan. Sehingga delegasi peserta pertemuan tahunan itu benar-benar terkesima dan terkejut dengan cara Jokowi menggambarkan konflik perdagangan dunia saat ini, yang khususnya dimotori kekuatan AS dan Tiongkok.

Menurut Misbakhun, lewat pidatonya, Jokowi berhasil mengajak dunia untuk memikirkan kebijakan yang lebih menjawab permasalahan ketidakseimbangan antara negara maju dengan negara berkembang. Lalu berbagai konflik peradaban Timur dan Barat. Perlunya kebersamaan untuk menghadapi ketidakadilan yang sudah berlangsung saat ini untuk segera diakhiri.

"Karena kalau tidak, maka kerusakan akibat yang ditimbulkan oleh ketidakadilan akan menimpa semuanya," kata Misbakhun.

"Yang utama, semua kubu kebaikan harus menyatu untuk mengalahkan keburukan demi menyelamatkan peradaban dunia."



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE