TKN: Gelar Pertemuan IMF-WB, Indonesia Justru Surplus

TKN: Gelar Pertemuan IMF-WB, Indonesia Justru Surplus
Executive Chairman Alibaba, Jack Ma, berdialog dengan Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim, dalam sesi pleno "Disrupting Development: Digital Platforms and Innovation" di sela acara Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018, Nusa Dua, Bali, Jumat 12 Oktober 2018. ( Foto: Istimewa )
Markus Junianto Sihaloho / YS Jumat, 12 Oktober 2018 | 21:51 WIB

Jakarta - TKN Jokowi-KH Ma'ruf Amin meyakinkan bahwa pelaksanaan pertemuan tahunan International Monetery Fund (IMF) - World Bank (WB) di Bali telah memberikan surplus besar bagi rakyat Indonesia. Pernyataan yang menuding bahwa biaya Rp 855 miliar sebagai pemborosan adalah tak benar.

"Saya berani mengatakan dengan Rp 855 miliar itu, dengan kegiatan yang baik, bisa terjadi surplus," kata Direktur Penggalangan Pemilih Milenial TKN Bahlil Lahadalia, Jumat (12/10).

Bagaimana cara menghitungnya? Bahlil mengatakan ada 35.000 orang yang datang sebagai peserta sidang tahunan itu, termasuk pengusaha besar dan pimpinan negara. Berdasarkan prediksi, masing-masing dari mereka mengeluarkan hingg US$ 700 per hari per orang selama di Bali.

"Datanya dari teman-teman saya di Bali. Kalau asumsi hanya US$ 700 saja, 9 hari di Bali itu total US$ 6.300 per orang. Kalau dikalikan 35.000 orang, sudah lebih Rp 3 triliun uang berputar," ujarnya.

Dari situ saja, baru mengandalkan PPN 10 persen saja, negara sudah mengantungi Rp 300 miliar dari transaksi perputaran uang.

Hal kedua, para peserta itu datang ke Bali, tak langsung pulang ke negaranya. Sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Bahlil mengaku mendapat laporan dari jaringan di daerah.

"Teman-teman saya di NTT sudah memberitahu bahwa pascakegiatan di Bali, hotel-hotel sudah penuh dibooking. Para peserta berwisata ke Labuan Bajo. di Raja Ampat Papua juga penuh. Belum lagi yang ke Jakarta. Artinya multiplier effect ajang di Bali itu luar biasa," beber Bahlil.

Ketiga, kedatangan delegasi negara dan pengusaha ke pertemuan di Bali juga menarik investasi langsung ke berbagai sektor di Indonesia.

"Investasi di sebuah negara takkan muncul kalau tak ada trust. Sehingga kedatangan langsung itu memberi trust. Ajang ini iklan gratis buat Indonesia," kata Bahlil.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE