Polri: Hoax, Kabar Penolakan Relawan Asing di Palu

Polri: Hoax, Kabar Penolakan Relawan Asing di Palu
Tim Emergency Rescue (ER) Japfa Foundation, di wilayah bencana Palu dan Donggala, Sabtu (6/10). ( Foto: Dok. Japfa )
Farouk Arnaz / YS Jumat, 12 Oktober 2018 | 21:59 WIB

Jakarta - Mabes Polri membantah terjadi penolakan terhadap relawan asing yang mengevakuasi korban gempa-tsunami di Palu yang terjadi pada 28 September lalu.

Hoax itu. Pada saat evekuasi relawan asing cukup banyak. Ada Jepang, Korea, dan Singapura hadir. Bantuan asing juga cukup banyak dari Amerika, Singapura, Malaysia, dan Australia. Saya sempat diwawancarai media Spanyol, India, dan Korsel,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Bogor, Jumat (12/10).

Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakui memang ada sejumlah relawan asing yang diusir dari Palu. Itu karena mereka tak memiliki izin untuk membantu proses penanganan pascagempa dan tsunami.

Bahkan sejumlah relawan itu masuk ke Indonesia hanya dengan memegang visa turis. Mereka tidak berkoordinasi dan tidak memiliki keahlian yang dibutuhkan.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE