TNI Dirikan Hunian Sementara bagi Pengungsi di Balaroa

TNI Dirikan Hunian Sementara bagi Pengungsi di Balaroa
Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Para Raider 432/Waspada Setia Jaya (Yonif Para Raider 432/WSJ) Divisi 3/Kostrad mendirikan hunian sementara bagi korban gempa di Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah, Sabtu, 13 Oktober 2018. ( Foto: Istimewa / Puspen TNI )
Asni Ovier / AO Minggu, 14 Oktober 2018 | 02:08 WIB

Palu - Gempabumi dan tsunami bermagnituda 7,4 yang menerjang Kota Palu, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu telah mengakibatkan kehancuran bagi sebagian besar bangunan perkantoran, sekolah, rumah ibadah, dan rumah warga, terutama yang tinggal di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat.

Tragedi tersebut mengundang perhatian dan simpati dari seluruh warga serta dunia, tidak terkecuali para prajurit TNI yang selalu tampil di depan dalam memberikan bantuan tenaga maupun materi kepada warga masyarakat. Para prajurit TNI terus memberikan bantuan mulai dari pelayanan kesehatan serta pencarian dan evakuasi korban dari lokasi bencana.

Di Posko Pengungsian yang terletak di Jalan Sumur Yoga, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Para Raider 432/Waspada Setia Jaya (Yonif Para Raider 432/WSJ) Divisi 3/Kostrad mendirikan hunian sementara bagi para korban. Di bawah komando Kapten Inf Maskur Riyadi bersama dengan PMI dan relawan, mereka bahu membahu mendirikan hunian sementara (Huntara) berupa tenda bagi warga pengungsi yang ada di Balaroa, Sabtu (13/10).

“Rencananya nanti akan didirikan posko pengungsian percontohan sekitar 300 hunian sementara bagi pengungsi yang ada di Balaroa dan hari ini kami berhasil mendirikan sekitar 25 Huntara,” kata Kapten Maskur Riyadi. Dikatakan pula bahwa setiap tenda nantinya dapat menampung sekitar delapan hingga sepuluh orang pengungsi, sehingga mereka dapat tinggal dengan layak di tenda-tenda yang telah disediakan.

Selain mendirikan Huntara, Yonif Para Raider 432/WSJ yang berkekuatan 40 personel juga membantu pengungsi mendirikan tempat ibadah berupa mushala sementara, yang dapat digunakan warga pengungsi untuk melaksanakan shalat.

Menurut Maskur, selain mendirikan tenda huntara dan tempat ibadah, TNI juga akan membangun tujuh MCK serta penyediaan tandon air bersih yang dapat digunakan para pengungsi dalam beraktivitas sehari-hari. Seluruh kegiatan di sekitar wilayah Palu Barat berada dalam kendali Komandan Yonif Para Raider 432/WSJ Mayor Inf Gustiawan.

Di wilayah tersebut, selain membantu pengungsi dalam membangun Huntara, pasukan dari Yonif Para Raider 432/WSJ juga melakukan beberapa kegiatan seperti pengamanan, pencarian dan evakuasi korban yang ada di Perumnas Balaroa. Mereka juga melakukan pengamanan Pasar Masomba dan Pasar Inpres. Jumlah total pasukan yang ada di Balaroa sekitar 345 personel.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE