Delegasi IMF-WB Kunjungi Desa Wisata Penglipuran

Delegasi IMF-WB Kunjungi Desa Wisata Penglipuran
Ratusan delegasi pertemuan IMF-WB dari berbagai negara Sabtu 13 Oktober 2018 menyempatkan diri melihat dari dekat Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, yang dijadikan desa wisata. ( Foto: Beritasatu Photo / Nyoman )
I Nyoman Mardika / WBP Minggu, 14 Oktober 2018 | 07:19 WIB

Denpasar – Ratusan delegasi International Monetery Fund- World Bank (IMF-WB) Sabtu (13/10) mengunjungi obyek wisata Desa Penglipuran, sebuah desa wista yang terletak di Kabupaten Bangli berjarak sekitar 60 km dari Denpasar. Desa ini sangat terkenal dengan kebersihannya. Rombongan delegasi IMF dari negara itu disuguhi aneka produk kerajinan dan sajian kuliner khas Bangli.

Kunjungan delegasi ini diharapkan membawa dampak positif terhadap kemajuan pariwisata di Kabupaten Bangli. Kedatangan ratusan delegasi IMF ke Penglipuran disambut langsung Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, dengan pengalungan bunga.

Sebelum berkeliling, rombongan delegasi IMF disuguhi tari Pendet dan tarian kebesaran Geopark, Kertaning Wingkang Ranu. Mereka juga diajak melihat-lihat aneka produk kerajinan, pertanian serta mencicipi kuliner khas Bangli di areal wantilan.

Rombongan delegasi juga diajak berkeliling melihat secara dekat rumah-rumah khas warga Penglipuran. Di sana, mereka melihat demo pembuatan produk kerajinan khas Penglipuran dan aktivitas budaya serta adat masyarakat setempat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli Wayan Adnyana di sela-sela kunjungan mengatakan, jumlah delegasi IMF yang berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran kurang lebih 214 orang. Selama berada di Penglipuran, rombongan disuguhi aneka produk kerajinan dan kuliner seperti loloh cemcem, jaja cerorot, kelepon, dan lainnya.

“Di sini, mereka juga disugugi demo melukis, pembuatan kerajinan, dan diajak melihat kegiatan masyarakat seperti membuat canang dan lainnya,” ujar dia.

Adnyana berharap semua yang disuguhkan dapat membuat rombongan terkesan. Sehingga diharapkan mereka dapat berkunjung kembali ke Penglipuran termasuk obyek wisata lainnya di Bangli. “Ini adalah promosi efektif bagi kami. Kalau biasanya kami yang promosi ke negaranya, sekarang mereka langsung datang untuk berwisata ke Penglipuran,” katanya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE