Pascagempa, 400 Huntara Mulai Dibangun di Sigi

Pascagempa, 400 Huntara Mulai Dibangun di Sigi
Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola saat meninjau wilayah-wilayah terdampak parah akibat gempa bumi dan likuefaksi sekaligus juga menyalurkan bantuan bagi para korban gemoa di Posko Pengungsi Desa Salua, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sabtu, 14 Oktober 2018. ( Foto: Suara Pembaruan/John Lorry )
John Lorry / Jeis Montesori / CAH Minggu, 14 Oktober 2018 | 09:59 WIB

Sigi - Pemerintah mulai mendirikan hunian sementara (huntara) untuk para pengungsi korban gempa bumi dan likuefaksi di wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Untuk tahap awal, segera dibangun 400 unit huntara masing-masing 300 unit di Desa Lolu Karapan, Kecamatan Biromaru dan 100 uni Desa Sibalaya Selatan, Kecamatan Tanambulawa, Sigi.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulteng Haris Kariming mengatakan kepada SP, Minggu (15/10), pembangunan 400 huntara tersebut merupakan bantuan kementerian BUMN yang dikoordinir oleh Bank Mandiri.

"Huntara untuk tahap awal benar-benar diprioritaskan bagi warga yang rumah hancur dan kehilangan tempat tinggal akibat gempa,' kata Haris.

Dikatakan, Gubernur Sulteng Longki Djanggola sepanjang Sabtu (13/10), meninjau lokasi-lokasi terparah dilanda gempa bumi dan likuefaksi di Sigi antara lain Sibalaya Selatan, Salua, hingga Kulawi. Wilayah-wilayah yang dihuni ribuan penduduk ini sempat terisolasi beberapa hari akibat akses jalan yang terputus karena dihantam gempa bermagnitudo 7,4 pada Jumat (28/9) lalu.

Di Desa Sibalaya, Gubernur Longki Djanggola melakukan peletakan batu pertama pembangunan 100 huntara untuk warga yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa.

Sementara di Lolu, peletakan batu pertama untuk pembangunan 300 huntara dilakukan Bupati Sigi Mohamad Irwan Lapata didampingi Wakil Bupati Paulina, Sabtu. Huntara di Lolu dibangun pada areal seluas 10 hektare yang dipinjamkan tokoh masyarakat setempat.

Haris mengatakan, Kabupaten Sigi adalah daerah yang paling cepat menyediakan lahan untuk hunian sementara yang aman dan memenuhi syarat untuk dihuni masyarakat.

"Bapak Gubernur berharap Pemkab Sigi menyeleksi benar-benar warga pengungsi yang sudah tidak mempunyai tempat tinggal lagi yang prioritas mendapatkan huntara tersebut," kata Haris. 



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE