Gandeng DowDuPont, Sulsel Targetkan Swasembada Jagung

Gandeng DowDuPont, Sulsel Targetkan Swasembada Jagung
Peluncuran jagung hibrida revolusioner terbaru P36 Bekisar di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa 7 November 2018. ( Foto: ist )
Yudo Dahono / YUD Rabu, 7 November 2018 | 16:10 WIB

Jakarta - Sulawesi Selatan berhasil melakukan percepatan produksi swasembada jagung dalam waktu yang relatif singkat. Sulawesi Selatan kini mengejar target swasembada jagung tersebut dengan menggandeng perusahaan multinational DowDupont.

Upaya tersebut dilakukan Sulsel untuk mendukung program nasional terhadap komoditas jagung di Indonesia yang telah dicanangkan melalui program Upsus Pajale atau Upaya Khusus Padi Jagung Kedelai.

Kerja sama antara Sulawesi Selatan dengan DowDupont ini sekaligus memerkenalkan jagung hibrida revolusioner terbaru P36 Bekisar. Jagung P36 Bekisar ini memiliki keunggulan tongkol besar yang panjang, cepat panen serta dapat bertahan dari penyakit bulai. P36 Bekisar diperkenalkan dalam acara di Makassar, Selasa (6/11).

Managing Director DuPont Indonesia, Benny Sugiharto mengatakan, budidaya jagung di Indonesia mengalami perkembangan pesat. Hal itu terjadi karena atas dukungan kebijakan pemerintah yang menempatkan komoditas jagung menjadi komoditas strategis selain padi.

"Olehnya itu Corteva Agriscience Indonesia yang dikenal dengan budaya riset dan sains-nya berupaya mendapatkan benih jagung berkualitas yang benar-benar dibutuhkan petani. Karena jagung hibrida P36 Bekisar ini merupakan hasil riset terkini untuk mendapatkan hasil lebih tinggi dan sanggup menangkal serangan bulai yang meresahkan petani," kata Benny Sugiharto melalui keterangan tertulis, Rabu (7/11).

Jagung P36 Bekisar dapat diandalkan sebagai sebagai solusi untuk petani dalam menangkal serangan bulai, serta memberikan potensi hasil panen lebih banyak.Benih jagung P36 Bekisar memiliki potensi hasil mencapai 13 MT/Ha. Keunggulan lain dari P36 Bekisar adalah dapat ditanam dengan populasi rapat hingga 100.000 tanaman per hektar.

Memiliki daya tumbuh optimal dan pertumbuhan yang seragam, P36 Bekisar mampu menghasilkan tongkol jagung yang berbobot dengan rendemen mencapai 80 persen. Selain memberikan hasil yang lebih tinggi dan tahan bulai, biji jagung dari produk P36 juga lebih merah.

Kehadiran benih P36 Bekisar melengkapi produk DuPont Pioneer yang sudah beredar di pasaran, yaitu P21 Dahsya, P27 Gajah, P32 Singa, P33 Beruang, dan P35 Banteng.

Corteva Agriscience, melalui divisi pertanian dari DowDuPont sebelumnya sudah dikenal sebagai produsen benih jagung terkemuka dunia merek Pioneer. DuPont Pioneer sendiri adalah perusahaan benih multinasional yang berbasis di Amerika Serikat dan dikenal sebagai produsen utama benih hibrida jagung.

Perusahaan benih ini adalah salah satu yang terdepan dalam bidang genetika tanaman, untuk meningkatkan hasil pertanian yang bermanfaat bagi kesejahteraan manusia. Pioneer berupaya meningkatkan produktivitas dan keuntungan petani, serta mengembangkan sistem pertanian yang berkesinambungan untuk masyarakat.

Setelah memerkenalkan jagung hibrida P36 Bekisar di kota Makassar. Kemudian dilanjutkan dengan field trip ke kabupaten Gowa, Jeneponto dan Bantaeng.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE