Ratna Sarumpaet Tetap Ditahan, Keluarga Kecewa

Ratna Sarumpaet Tetap Ditahan, Keluarga Kecewa
Artis Atiqah Hasiholan tiba untuk menjalani pemeriksaan di gedung Dirkrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, 23 Oktober 2018. ( Foto: Antara / Dhemas Reviyanto )
Chairul Fikri / HA Kamis, 8 November 2018 | 14:59 WIB

Jakarta - Keluarga tersangka kasus hoax Ratna Sarumpaet mengungkapkan kekecewaan mereka setelah polisi mneolak permohonan untuk menempatkan dia dalam tahanan kota, tidak di rumah tahanan.

Pengacara Ratna, Insank Nasrudin, mengatakan pihaknya tak diberitahukan alasan jelas kenapa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menolak permohonan tersebut.

"Yang pasti kami kecewa penolakan pengalihan status menjadi tahanan kota yang kami dan keluarga ajukan. Kalau alasan kedua ditolak karena subjektivitas penyidik, kami anggap tidak konsisten. Tidak konsisten ini bahwa merujuk pada alasan penolakan permohonan kami yang pertama -- bahwa saksi-saksi belum ada yang diperiksa, ibu Ratna Sarumpaet juga belum selesai pemeriksaannya," ungkap Insank, Kamis (8/11).

Ditambahkan Insank, tujuan keluarga meminta pengalihan status tahanan Ratna menjadi tahanan kota adalah alasan kesehatan yang bersangkutan.

"Semata-mata tujuan kami adalah agar nantinya Ibu RS bisa dalam kondisi sehat, tidak lemah baik secara fisik dan mental sehingga proses hukum bisa berjalan dengan baik dan cepat. Makanya kami mengajukan itu. Tapi sekarang ditolak. Mungkin nanti kami akan kembali berdiskusi dengan pihak keluarga tentang langkah hukum apa lagi yang kita upayakan," tandasnya.

Sebelumnya, putri Ratna, Atiqah Hasiholan, meminta agar ibunya menjadi tahanan kota agar bisa segera berobat untuk memulihkan kesehatannya yang menurun sejak ditahan awal bulan lalu.

"Yang jelas saya dan keluarga sendiri berharap proses hukumnya bisa berjalan dengan baik dan permohonan kami diterima untuk memulihkan kesehatan beliau. Saya dan keluarga hanya ingin melihat ibu sehat dulu, dan itu fokus utama kami mengajukan hal itu (pengalihan status)," kata Atiqah, Rabu (7/11).

"Saya berharap kalau beliau sehat secara fisik dan mental beliau bisa menjalankan proses hukum dengan baik. Dan sejauh ini belum ada jadwal yang terganggu akibat kasus ini meskipun tak bisa dipunggkiri ada yang tertunda. Tapi sejauh ini masih normal. Tapi tetap fokus keluarga adalah kesehatan beliau."

Hari ini, Polda Metro Jaya resmi mengirimkan berkas perkara kasus hoax Ratna kepada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. dalam pemberkasan ada 32 berita acara pemeriksaan (BAP) dari tersangka, saksi-saksi, dan ahli. Selain itu, terlampir juga 63 barang bukti.

Disebarkan Prabowo
Ratna ditangkap polisi 4 Oktober lalu sebagai tersangka pembuat hoax atau berita bohong bahwa dia dianiaya sejumlah orang di Bandung dan mengklaim kejadiannya pada 21 September.

Kabar penganiayaan Ratna menyebar setelah Ratna bertemu politikus Partai Gerindra Fadli Zon, dan kemudian pada 2 Oktober Ratna menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan pendiri Partai Amanat Nasional Amien Rais untuk melaporkan penganiayaan terhadap dirinya.

Hari itu juga Prabowo menggelar jumpa pers mengecam penganiayaan itu dan mencontohkan wanita lain yang diklaim menjadi korban intimidasi yaitu Neno Warisman. Jumpa pers yang disiarkan langsung sebuah televisi swasta saat prime time itu digelar 12 hari setelah tanggal penganiayaan yang diklaim Ratna.

Media massa tidak mendapat informasi penganiayaan itu dari Ratna sendiri, tetapi dari Prabowo dan lingkar dalamnya.

Sehari kemudian, Ratna mengaku bohong, tetapi dia melakukan itu setelah polisi melakukan penyelidikan komprehensif di Bandung dan Jakarta dan menemukan fakta-fakta yang mementahkan semua alibinya.

Bukti menunjukkan bahwa pada 21 September Ratna tidak di Bandung, tetapi di Jakarta menjalani operasi plastik. Foto wajahnya yang bengkak dan lebam dan kemudian viral di media sosial juga bukan akibat penganiayaan, tetapi diduga efek sementara operasi.

Penangkapan Ratna cukup dramatis, dilakukan di dalam pesawat Turkish Airlines saat dia hendak terbang ke Turki dengan tujuan akhir Cile.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE