Peringatan tsunami dari NOAA. (NOAA)
"Ada lima juta orang atau 2,12 persen penduduk Indonesia yang tinggal di daerah rawan tsunami, angka itu tertinggi di dunia, baru diikuti oleh Jepang dan Bangladesh."

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa Indonesia menempati urutan tertinggi di dunia dalam jumlah penduduk yang tinggal di daerah rawan tsunami.
 
"Ada lima juta orang atau 2,12 persen penduduk Indonesia yang tinggal di daerah rawan tsunami, angka itu tertinggi di dunia, baru diikuti oleh Jepang dan Bangladesh," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan  Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Selasa (5/6).
 
Karena itu, ujar Sutopo, Indonesia harus membuat sebuah masterplan rencana antisipasi tsunami. Di tahun 2013 nanti BNPB akan memulai masterplan dengan fokus di Mentawai.
 
Sutopo mengatakan, tingginya jumlah penduduk yang terpapar risiko bencana tsunami disebabkan garis pantai Indonesia terpanjang kedua setelah Kanada. Juga karena Indonesia berada di  pertemuan dua lempengan tektonik yang sangat potensial menimbulkan tsunami.
 
Ia mengatakan, meskipun sosialisasi mengenai tsunami sering dilakukan, namun masyarakat tetap tidak sepenuhnya paham bagaimana mengantisipasi masalah tersebut.
 
"Contohnya gempa Aceh terakhir, meski sudah berkali-kali dilakukan sosialisasi dan simulasi pas kejadian tetap saja kacau, 75 persen masyarakat evakuasi menggunakan kendaraan," katanya.
 
Secara total sejak tsunami Aceh 2004 yang menewaskan lebih dari 170.000 jiwa dan erupsi Gunung Merapi pada 2010, Indonesia sudah menderita kerugian lebih dari Rp105 triliun.

Penulis: