BIN Bantah Rizieq

BIN Bantah Rizieq
Polisi meminta keterangan Rizieq Syihab di Arab Saudi. ( Foto: Istimewa )
Anselmus Bata / AB Jumat, 9 November 2018 | 07:23 WIB

Jakarta - Badan Intelijen Negara (BIN) menyatakan tidak terlibat penangkapan Rizieq Syihab di Arab Saudi sebagaimana dilansir Twitter HRS (Habib Rizieq Syihab, Red). Tuduhan kepada BIN yang mengganggu Rizieq juga tidak benar, termasuk tuduhan terhadap anggota BIN yang mengontrak rumah di dekat kontrakan Rizieq, serta memasang bendera maupun mengambil CCTV. Semua itu merupakan pandangan sepihak.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Kepala BIN, Wawan Hari Purwanto melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (9/11).

BIN juga membantah tuduhan pemasangan bendera Tauhid di tembok, mengambil foto, kemudian melaporkannya ke Kepolisian Arab Saudi. 

BIN, kata Wawan, menghendaki agar masalah Rizieq cepat selesai dan tuntas, sehingga tidak berkepanjangan dan memunculkan masalah baru. BIN bertugas melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, termasuk Rizieq.

"Tidak benar jika ada anggapan bahwa HRS adalah musuh. Semua adalah anak bangsa yang masing-masing memiliki pemikiran yang demokratis yang wajib dilindungi. Jika ada sesuatu yang kurang pas, wajib diingatkan," kata Wawan.

Lebih jauh disebutkan, Arab Saudi adalah negara berdaulat yang tidak bisa diintervensi oleh Indonesia. Operasi intelijen di negara lain juga dilarang. Pihak yang melanggar bisa di-persona non-grata-kan atau dideportasi, bahkan dijatuhi hukuman sesuai dengan UU yang berlaku di sana.

"Tidak benar ada dendam politik. BIN adalah lembaga negara yang tetap ada meskipun silih berganti kepemimpinan nasionalnya, dan berkewajiban menjaga agar program pembangunan berjalan lancar demi kesejahteraan rakyat. Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. BIN tidak pernah mempermasalahkan aliansi politik HRS. Itu hak seseorang dan sah-sah saja," tulis Wawan.

BIN, kata Wawan, juga tidak mengenal istilah kriminalisasi. Semua warga negara memiliki hak dan kewajiban serta kedudukan yang sama di depan hukum.

"BIN selalu siap membantu HRS, sebagaimana Kedubes RI juga siap membantu jika HRS dalam kesulitan, termasuk memberikan jaminan atas pelepasan HRS. Jadi, tuduhan bahwa BIN merekayasa penangkapan HRS oleh polisi Arab Saudi adalah hoax," tegasnya.

 



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE