Mensos : Nilai Kepahlawanan Perlu Ditanamkan Sejak Dini

Mensos : Nilai Kepahlawanan Perlu Ditanamkan Sejak Dini
Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita. ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Ari Supriyanti Rikin / MPA Jumat, 9 November 2018 | 18:21 WIB

 

Jakarta- Nilai-nilai kepahlawanan perlu ditanamkan sejak usia dini. Nilai dan semangat perjuangan para pahlawan patut diteladani para generasi muda saat ini.

Hal itu diungkapkan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat (9/11). Hari pahlawan yang diperingati setiap 10 November. Semangat dan perjuangan para pahlawan harus dikenalkan ke generasi muda.

"Dalam rangkaian hari pahlawan, Kemsos sudah melibatkan pelajar dari sejumlah sekolah di Jakarta untuk berwisata sejarah ke museum. Tujuannya agar mereka kenal sosok pahlawan dan menginsipirasi mereka," katanya.

Menurutnya, cara memperkenalkan sosok dan nilai perjuangan pahlawan sejak usia dini pun harus dilakukan dengan cara menarik dan mudah dicerna.

Mensos bahkan menyebut, saat ini siapa pun bisa menjadi pahlawan di dalam kehidupannya masing-masing tanpa perlu dinobatkan dengan gelar pahlawan.

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 Tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan seseorang dikatakan sebagai pahlawan apabila mendapat penghargaan gelar pahlawan dari Presiden.

Gelar tersebut diberikan negara atas jasanya merebut mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Dan atau juga dianggap kontribusi besar bagi kemanusiaan dan pembangunan yang dianggap penting oleh negara.

Menurutnya, gelar pahlawan bisa saja diberikan kepada tokoh-tokoh yang hidup di zaman sekarang.

"Tidak pernah ada kata terlambat untuk menjadi pahlawan," ujarnya.

Saat berdialog dengan mantan atau eks napi teroris (eks napiter) pun, Agus mengungkapkan, bahwa saat eks napiter kembali ke pangkuan ibu pertiwi, mereka bisa menjadi pahlawan entah itu di komunitasnya dan masyarakat sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Tahun 2018, Presiden memberikan gelar pahlawan bagi enam orang tokoh yang semasa hidupnya berjuang bagi Indonesia.

Keenam tokoh tersebut adalah Almarhum Abdurrahman Baswedan dari Provinsi D.I. Yogyakarta, Almarhumah Agung Hajjah Andi Depu dari Provinsi Sulawesi Barat, Almarhum Depati Amir dari Provinsi Bangka Belitung, Almarhum Mr. Kasman Singodimedjo dari Provinsi Jawa Tengah, Almarhum Ir. H. Pangeran Mohammad Noor dari Provinsi Kalimantan Selatan, dan Almarhum Brigjen K.H. Syam’un dari Provinsi Banten.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE