Rizieq Shihab Ditangkap, Wiranto: Itu Urusan Arab Saudi

Rizieq Shihab Ditangkap, Wiranto: Itu Urusan Arab Saudi
Polisi meminta keterangan Rizieq Syihab di Arab Saudi. ( Foto: Istimewa )
Aichi Halik / AHL Jumat, 9 November 2018 | 20:44 WIB

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto enggan menanggapi penangkapan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab oleh otoritas Kerajaan Arab Saudi beberapa hari lalu.

Menurut dia, hal itu merupakan wewenang pemerintahan Arab Saudi sehingga pemerintah Indonesia tidak boleh ikut campur.

"Itu urusan Arab Saudi, kami tidak mengurusi negara lain. Bagaimana proses di sana ya serahkan ke pemerintah Arab Saudi," kata Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (9/11).

Rizieq Shihab diperiksa oleh kepolisian Arab Saudi terkait bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstrimis. Dari foto yang beredar, bendera tersebut diduga terpasang di dinding belakang kediaman Rizieq di negara tersebut.

Penangkapan ini dibenarkan oleh Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel.

Dia mengatakan Rizieq ditangkap oleh Kepolisian Mekkah pada Senin (5/11) dan kemudian dilepaskan pada esok harinya dengan jaminan.

Terkait isu yang menyebutkan adanya campur tangan Badan Intelijen Negara (BIN) yang "bermain" dalam kasus tersebut, Wiranto pun tidak berkomentar.

"Aah jangan katanya, saya enggak bahas katanya," ujar Wiranto singkat.



Sumber: BeritaSatu TV
CLOSE