Curah Hujan Tinggi, Longsor Kembali Terjadi di Tasikmalaya

Curah Hujan Tinggi, Longsor Kembali Terjadi di Tasikmalaya
Intensitas hujan yang tinggi sejak Kamis (8/11) kemarin mengakibatkan longsor susulan di kawasan Tasikmalaya. ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Jumat, 9 November 2018 | 21:28 WIB

Tasikmalaya - Intensitas hujan yang tinggi sejak Kamis (8/11) kemarin mengakibatkan longsor susulan di kawasan Tasikmalaya.

Longsor dan jalan ambles sepanjang 20 meter terjadi di Desa Cikupa yang menghubungkan Kecamatan Karangnunggal dengan Kecamatan Cipatujah.

Akibatnya, kendaraan roda dua dan empat harus bergantian melintasi jalan yang dipenuhi lumpur.

"Longsor disebabkan hujan yang turun sejak kemarin," kata seorang warga, Tatang, di Desa Cikupa, Jumat (9/11).

Tak jauh dari titik longsor, tepatnya di Jembatan Pasanggrahan, pekerjaan atau pembangunan jembatan darurat berupa Jembatan Bailey belum juga dimulai.

Meski besi-besi penyangga sudah di lokasi, alat berat untuk merangkai jembatan belum juga tiba, karena ada perbaikan jembatan di Cikajang, Garut.

Ambruknya Jembatan Pasanggrahan memaksa warga Kecamatan Cipatujah untuk kembali menggunakan jembatan gantung tua untuk mobilisasi sehari-hari.

Pemerintah setempat kesulitan dalam memberikan bantuan karena akses jalan menuju desa tertutup longsor.

Warga harus rela berjalan kaki dua sampai tiga jam untuk mendapatkan bantuan makanan di posko bencana. Menurut data pemerintah setempat, masih ada tujuh ribu warga yang terisolasi di dalam desa.

Selain mengganggu aktivitas, banjir juga mengakibatkan warga kesulitan memperoleh air bersih.

Bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tasikmalaya menyebabkan enam orang meninggal dunia.



Sumber: BeritaSatu TV
CLOSE