Keluarga Terus Menunggu Hasil Identifikasi Korban Lion Air PK-LQP

Keluarga Terus Menunggu Hasil Identifikasi Korban Lion Air PK-LQP
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Raden Said Sukanto, menyerahkan dua jenazah penumpang pesawat Lion Air, Sabtu 10 November 2018. ( Foto: Beritasatu.com / Bayu Marhaenjati )
Sevtin Juliana / BW Sabtu, 10 November 2018 | 22:09 WIB

Jakarta- Doni Yuano, keluarga korban Lion Air PK-LQP Rangga Adiprana (38), berharap jenazah Rangga akan segera terindentifikasi. Namun, dia sudah ikhlas akan kepergian Rangga.

Hingga Sabtu (10/11) sore, sebanyak 79 jenazah telah teridentifikasi. Seperti diketahui, pesawat Lion Air PK-LQP mengangkut 181 penumpang dan 8 awak. Dengan demikian, masih ada 110 korban yang belum teridentifikasi.

"Kami menunggu kabar dari RS Polri terkait hasil identifikasinya. Yang kita tunggu setiap hari itu," kata Doni kepada Beritasatu.com di Hotel Ibis Cawang, Jumat (9/11).

Setiap hari Doni menunggu kabar dari RS Polri. Namun, menurutnya, menunggu saja tidak cukup. Oleh karena itu, ia mendatangi rumah sakit setiap hari. Sebenarnya, kata dia, pihak rumah sakit akan mengabari keluarga jika ada korban yang teridentifikasi. Doni dan para keluarga lainnya berharap mereka yang menjadi korban segera teridentifikasi.

"Kami berdoa sore ini dapat kabar baik, terindentifikasi, karena mereka rilisnya setiap sore kan," lanjutnya.

Doni mengatakan, keluarga telah ikhlas dan merelakan kepergian Rangga. Dia berharap Rangga akan dimakamkan di Pangkal Pinang.

Walaupun sudah mengikhlaskan, Doni masih menyimpan rasa kecewa terhadap pihak Lion Air, karena tidak ada perwakilan yang menyampaikan kabar duka tersebut kepada keluarganya. Doni mendapatkan kabar kecelakaan tersebut melalui televisi. Bahkan, hingga saat ini pihak Lion Air Pangkal Pinang belum terlihat datang ke rumahnya untuk merangkul keluarganya maupun keluarga korban lainnya.

" Harusnya mereka datang ke semua rumah korban, berempatilah gitu ke keluarga, turut bela sungkawa atau apa. Kan ada data, ada alamatnya di situ tertera, harusnya datang, 'pak kami dari Lion Air, mohon maaf atas kejadian ini, kami turut bela sungkawa' kan enak. Ini tidak ada," jelasnya.

Public Relation Lion Air Group Ramaditya Handoko menjelaskan, pihaknya membuka Hotline Crisis Center. Dari situ Lion Air akan mendata para keluarga yang melapor dan mendatangkan keluarga korban ke Jakarta.

Sebagai bentuk rasa tanggung jawab Lion Air kepada para keluarga korban yang ditinggalkan, ada beberapa kebijakan yang dilakukan oleh pihak maskapai tersebut. Kebijakan itu seperti penginapan, konsumsi setiap harinya, transportasi keluarga korban menuju bandara maupun ke RS Polri.

Selain itu, pihak manajemen memutuskan untuk memberikan uang operasional sebesar Rp 5 juta untuk membeli keperluan selama menunggu proses identifikasi. Setelah jenazah teridentifikasi, pihak maskapai kembali memberikan uang santunan Rp 25 juta sebagai uang pemakaman atau uang duka. Setelah itu, masuk ke tahap claim asuransi.

Upaya pemulihan terus dilakukan seperti proses trauma healing kepada para keluarga korban. Trauma healing terus dilakukan sejak awal hingga sampai saat ini dan selesai dengan waktu yang tidak ditentukan. Hal itu karena proses pemulihan terbilang cukup lama karena bergantung dari tiap individunya masing-masing.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE