3 Warga Sumut Korban Serangan di Papua, Keluarga Minta Kepastian

3 Warga Sumut Korban Serangan di Papua, Keluarga Minta Kepastian
Aparat gabungan membawa anggota Brimob yang terluka karena tertembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Wamena, 5 Desember 2018. Hingga kini aparat gabungan masih berusaha mengatasi KKB yang diduga telah menewaskan 31 karyawan PT Istika Karya saat melakukan pengerjaan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. ( Foto: Antara / Iwan Adisaputra )
Arnold H Sianturi / HA Jumat, 7 Desember 2018 | 22:09 WIB

Medan - Tiga orang di antara puluhan korban penembakan kelompok kriminal bersenjata di Nduga, Papua, disebutkan sebagai warga asal Sumatera Utara (Sumut). Pihak keluarga mengharapkan, orang yang mereka sayangi itu dapat ditemukan.

Ketiga korban itu adalah Jepri Simaremare warga Tebing Tinggi, serta Ricky Cardo Simanjuntak dan Effendi Hutagaol, keduanya merupakan warga asal Kelurahan Napitupulu Bagasan Sosor Dolok, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir.

"Kami sangat mengharapkan, pemerintah melalui aparat keamanan dapat menemukan Ricky Simanjuntak. Semoga anak saya itu ditemukan dalam keadaan selamat," ujar orangtua korban, Edison Simanjuntak (69) di Balige, Jumat (7/12).

Edison mengatakan, Ricky sudah setahun bekerja di PT Istaka Karya. Ricky juga turut bekerja dalam proyek jembatan Trans Papua. Sebelum peristiwa sadis itu terjadi, Edison masih sempat berkomunikasi dengan buah hatinya tersebut.

"Saat kami komunikasi melalui telepon, Ricky sempat bercerita bahwa mereka diminta kelompok masyarakat yang mendatangi lokasi proyek untuk menghentikan kegiatan. Bahkan, seluruh pekerja di sana disuruh pulang. Komunikasi terakhir kami, 28 November 2018," katanya.

Disebutkan, pihak keluarga mendapatkan kabar bahwa Ricky turut menjadi korban setelah menerima telepon dari keluarga mereka yang ada di Wamena.

"Sampai saat ini, kami belum ada menerima informasi terbaru tentang keberadaan anak saya tersebut. Baik itu dari pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah kabupaten, belum ada memberikan kabar. Kami bingung untuk mencari informasi," keluhnya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE