BPPT Kirim Teknologi Pengolahan Air Siap Minum ke Palu

BPPT Kirim Teknologi Pengolahan Air Siap Minum ke Palu
Pelepasan unit Arsinum _mobile_ di kantor BPPT, Jakarta, 7 Desember 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Ari S. Rikin )
Ari Supriyanti Rikin / FER Jumat, 7 Desember 2018 | 23:03 WIB

Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengirim unit teknologi pengolahan air siap minum (Arsinum) mobile untuk menjangkau daerah-daerah sulit (remote) di Palu dan Donggala. Meski tanggap darurat telah berakhir dan memasuki masa pemulihan, kebutuhan air siap minum sangat dibutuhkan, terutama daerah sulit air.

Sebelumnya, seminggu pascabencana gempa dan tsunami yang melanda Palu, Donggala dan Sigi, BPPT melalui bakti sosial teknologinya mengirimkan bantuan dari para donatur dan unit Arsinum fix atau Arsinum tak bergerak ke Palu menggunakan kapal Baruna Jaya I.

Deputi BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam, Hammam Riza, mengatakan, kebutuhan air minum pascabencana sangat penting. Oleh karena itu, unit Arsinum mobile ini diperuntukkan untuk menjangkau wilayah yang terjauh yang kesulitan air minum apalagi ada daerah yang dilanda tanah bergerak (likuefaksi).

"Meski sebelumnya kami sudah mengirim instalasi yang terpasang dan tidak mobile, tetap diperlukan alat yang bisa memindahkan ke galon-galon masyarakat. Hal ini lebih efektif, kita mendekatkan langsung entah itu ke hunian sementara dan desa-desa tersulit," katanya dalam pelepasan unit Arsinum mobile di kantor BPPT, Jakarta, Jumat (7/12).

Rencananya, teknologi Arsinum BPPT ini tiba Senin malam di Palu, dengan diangkut kapal dari Surabaya ke Makassar lalu menempuh jalur darat ke Palu.

Bakti sosial teknologi BPPT ini juga didukung oleh BRI. Melalui bakti sosial ini, Hammam berharap masyarakat bisa merasakan manfaatnya dan semakin memahami aplikasi teknologi yang berhasil dibuat anak bangsa.

Direktur Pusat Teknologi Lingkungan BPPT, Rudi Nugroho, menjelaskan, Arsinum BPPT ini mampu mengolah air baku yang berasal dari air sumur, air sungai, air payau, air PDAM, air tanah dan mata air.

Sistem filtasinya melalui beberapa tahap. Keunggulan dari Arsinum BPPT ini melalui filtrasi filter, ultrafiltrasi dan membran reverse osmosis dengan ukuran sangat mikro satu per 10.000. Sehingga air yang dihasilkan merupakan air bersih, jernih dan hingga air siap minum.

"Dalam satu jam alat ini mampu mengolah air baku hingga 400 liter. Jika satu orang minum dua liter per hari dan alat beroperasi 10 jam maka bisa melayani kebutuhan air 2.000 orang," ucap Rudi.

Keunggulan lain dari Arsinum ini, pengorganisasian unit bisa memakai tenaga surya atau matahari. Bisa pula dengan genset atau listrik dari PLN. Daya maksimal unit mencapai 2.000 watt.

Sebelumnya, Arsinum mobile BPPT ini juga pernah dioperasikan membantu korban bencana di Lombok. Untuk pengoperasian Arsinum mobile di Palu dan Donggala rencananya hingga Januari 2019.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE