Dekan FE UI, Firmansyah
Dekan FE-UI Firmanzah. FOTO: ANTARA
"Itu keputusan ngawur: memilih orang yang tidak kompeten untuk posisi yang penting," kata peserta rapat senat dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Pengangkatan Firmanzah, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE-UI), sebagai Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan dipertanyakan sejumlah rekan kerjanya di kampus.

"Dia itu ahli marketing politik, tidak kompeten soal ekonomi makro, lha kok disuruh mengurusi ekonomi dan pembangunan," kata seorang dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

'Gugatan' terhadap pengangkatan Firmanzah mencuat dalam rapat senat dosen FE-UI yang digelar Senin, (17/6) sore.  Sebagian peserta rapat mengkhawatirkan kinerja Firmansyah yang 'berpeluang' memalukan nama besar FE-UI.

"Bagaimana mungkin orang yang tidak kompeten dalam ekonomi makro harus memberi rekomendasi soal-soal pembangunan dan membuat model-model ekonomi. Itu bukan pekerjaan gampang," kata seorang peserta rapat.

Rapat juga menyayangkan keputusan pemberi tugas (Presiden) yang telah sembrono memilih orang yang salah untuk posisi penting tersebut.

"Itu keputusan yang ngawur, yang ajaib. Di istana banyak orang-orang FE-UI yang mestinya bisa ditanya, apakah Firmanzah kompeten atau tidak untuk posisi tersebut," kata sumber Beritasatu.com.

Firmanzah tidak hadir dalam rapat tersebut, karena sedang mendampingi Presiden SBY menghadiri Pertemuan Pemimpin Negara-negara G-20 di Meksiko. Sebagaimana banyak diberitakan, Dekan FE-UI tersebut diangkat menjadi staf khusus Presiden sejak pekan lalu.

Pria asal Surabaya itu sudah mengajukan surat pengunduran diri sebagai Dekan FE-UI, tetapi Rektor UI belum memberikan keputusan pelepasan definitif.

Rapat dosen FE-UI akhirnya sepakat untuk menunggu keputusan pelepasan definitif dari Rektor FE-UI.

"Setelah Firmanzah tidak lagi menjabat sebagai Dekan, kami akan membuat pernyataan bahwa pengangkatan tersebut dalam kapasitas Firmanzah sebagai pribadi, tidak ada kaitannya dengan FE-UI," katanya.

Firmanzah, kini 36 tahun, dianggat sebagai Dekan FE-UI pada 2009 dan menjadi dekan termuda sepanjang sejarah FE-UI. Selama ini, lulusan FE-UI yang meraih gelar PhD dari University of Pau et Pays de l' Adour (Perancis) dikenal sebagai ahli manajemen strategis.

Ia dikenal dekat, atau sedikitnya diterima oleh mereka yang dianggap 'berseberangan' dengan pemerintah, seperti kelompok Partai Nasdem, Gerindra, Partai Golkar dan lain-lain.

"Ada selentingan, Firmanzah akan dimanfaatkan untuk lobi-lobi politik," kata sumber Beritasatu.com yang lain.

Penulis: