Sampul Buku Lumpur Lapindo File: Konspirasi SBY-Bakrie
Penulis itu tersebut hilang tidak ada kaitan dengan trik bisnis agar buku itu laris.

Ali Azhar Akbar, penulis buku Lumpur Lapindo File: Konspirasi SBY-Bakrie  sudah tiga hari ini menghilang tanpa kabar. Namun, masih terlalu dini jika dikaitkan dengan dugaan dia "dihilangkan" karena buku yang dia tulis.

Demikian disampaikan teman dekat Ali, pengamat politik Mulyana Wirakusumah, kepada Beritasatu.com, Jumat (22/6).

"Sudah tiga hari ini tidak ada kabar. No telepon sudah dihubungi semua. Dari pihak keluarga juga tidak mengetahui pasti keberadaan Ali," ujar Mulyana.

Dia mengatakan tiga hari lalu Ali masih ke Mahkamah Konstitusi untuk menggugat penggunaan APBN dalam membayar kerugian yang diakibatkan lumpur Lapindo, perusahaan milik Aburizal Bakrie.

"Di situlah Ali terakhir muncul di publik. Setelah itu menghilang tidak ada kabar," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa Ali dijadwalkan untuk melakukan diskusi buku di beberapa tempat di luar kota.

"Tapi selama ini Ali tidak pernah 'menghilang' selama tiga hari berturut-turut tanpa kabar," ujar Mulyana.

Buku "Konspirasi di Balik Lumpur Lapindo" adalah buku kedua Ali.

Menurut Mulyana, buku yang pertama, sifatnya lebih berupa pengantar. Sedangkan yang kedua membahas konspirasi kekuasaan di balik bencana lumpur Lapindo.

"Terlalu pagi jika kabar hilangnya Ali dikaitkan dengan buku yang ia tulis. Di tengah masa kebebasan berpendapat, kejadian penghilangan paksa sudah tidak ada. Ia juga tidak pernah bercerita pada saya apakah dia pernah diteror karena buku yang ia tulis," kata Mulyana.

Hal senada juga disampaikan oleh Tjut Sukiadi  teman teman dekat penulis. Menurutnya, penulis itu tersebut hilang tidak ada kaitan dengan trik bisnis agar buku itu laris.

“Saya kira ini jauh dari sekedar trik bisnis agar buku laris,” sebut Tjut kepada Beritasatu.com, Jumat (22/6).

Penulis: /FER