ilustras tank leopard. FOTO : wikimedia.org
Tank Leopard hasil peremajaan ini adalah juga yang dibeli oleh Singapura.

Kementerian Pertahanan telah menetapkan target bahwa 100 unit tank tempur utama Leopard 2A6 yang akan dibeli dari Jerman sudah terkirim semua dalam semester pertama 2014.

“Itu juga berlaku seluruh peralatan militer yang kita pesan dengan target tahun 2014. Target kita adalah 5 Oktober 2014,” ujar Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam jumpa pers hari Senin (2/6) di Kementerian Pertahanan.

Kemhan menargetkan 15 unit pertama dari tank Leopard ini akan tiba di Indonesia pada bulan Oktober 2012.

“Mulai dari Oktober, akan terus mengalir pengiriman dan distribusi dari alat utama sistem pertahanan tank Leopard ini, disertai dengan kegiatan transfer teknologi yang dilaksanakan oleh PT Pindad,” ujar Sjafrie, sambil menambahkan bahwa transfer teknologi itu bertujuan untuk kemandirian dalam melakukan peremajaan dan peningkatan kapasitas tempur tank tersebut.  

Sjafrie menolak bila pembelian tank ini dikatakan sebagai pembelian tank bekas dan mengatakan bahwa tank yang akan dibeli adalah tank yang sudah diremajakan [refurbishment] dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan Indonesia.

Menurutnya, tank Leopard hasil peremajaan ini adalah juga yang dibeli oleh Singapura.

“Tidak ada istilah bekas dalam peralatan militer. Ada peremajaan spesifikasi peralatan militer ini dan semuanya jadi baru, termasuk mesinnya dan tipenya sesuai dengan yang kita inginkan,” ujar Sjafrie.
 
Dia menambahkan bahwa nantinya akan ada dua macam tank Leopard yang dibedakan berdasarkan komponen pendukungnya yaitu persenjataan atau pelengkap seperti jembatan atau ambulans dan akan ditempatkan sesuai yang akan diputuskan oleh Angkatan Darat sebagai pengguna alutsista ini.

Penulis: /FER