Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto (tengah), Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi (kanan), Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani (kiri) dalam acara peringatan Ulang Tahun Partai Gerindra ke-4 di Kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan. FOTO :  Reno Esnir/ANTARA
Bukan hanya Ahok yang masuk pengurus, puluhan pensiunan jenderal masuk di jajaran elit Partai Gerindra. Selain itu ada kerabat dan aktivis yang masuk di jajaran DPP.

Gerindra sedang dilanda kegembiraan mendalam. Kandidat yang diusung bersama PDIP dalam Pemilukada DKI Jakarta, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memenangi putaran pertama pemilihan.

Keputusan Ahok keluar dari DPR RI dan partai yang dibelanya sebelumnya, Partai Golkar, terbukti benar. Ahok memilih bergabung dengan Partai Gerindra yang menampungnya dan mendorongnya menjadi calon gubernur.

Dalam struktur pengurus DPP Partai Gerindra hasil Kongres Luar Biasa Partai Gerindra, 17 Maret 2012, yang bocorannya diterima Beritasatu.com, Ahok diganjar posisi sebagai ketua bidang politik dalam negeri.

Ahok terselip di antara pengurus yang berjumlah 314 orang. Dari jumlah tersebut terdapat 99 pengurus dari kalangan perempuan. Jumlah ini melebihi kuota UU Pemilu 2009 yang mewajibkan komposisi pengurus partai dari perempuan minimal sebesar 30%.

Dokumen yang diperoleh Beritasatu.com juga menyebutkan puluhan jenderal purnawirawan dari berbagai kesatuan di TNI maupun Polri, masuk dalam jajaran anggota dewan pembina. Sebut saja beberapa nama, antara lain: Letjen (Mar) Suharto, Laksdya Moekhlas Sidik, Mayjend Glenny Kairupan,  Mayjend Johnnny Wahab, Mayjend Mahidin Simbolon, Marsma Mutanto Juwono, Mayjend Soenarko, Irjen Pol Tommy Jakobus.

Dewan pembina lainnya adalah bekas pentolan PDIP Haryanto Taslam, Permadi. Yang menarik di jajaran dewan pembina terdapat Mayjend Chairawan, bekas Komandan Grup 4 Sandi Yudha Kopassus, yang membawahi Tim Mawar, yang bertanggung jawab dalam kasus penculikan aktivis pro demokrasi, sejak Mei 1997 sampai Maret 1998. Chairawan menjabat sebagai ketua bidang keamanan dan ketahanan nasional.

Di jajaran dewan penasihat, ketua dijawab Mayjend Haryadi Darmawan dengan anggota mantan Gubernur Bank Indonesia Sudrajat Djiwandono yang juga mantan terpidana korupsi dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Ada juga struktur dewan pakar yang diketuai mantan gubernur BI, Burhanuddin Abdullah yang juga mantan terpidana kasus korupsi penggunaan dana YPPI sebesar Rp 100 Miliar. Jajaran dewan pakar yang cukup menyolok ada masuknya mantan menteri tenaga kerja dan transmigrasi Erman Soeparno. Selain itu juga Sekjen HKTI, Rahmat Pambudi juga masuk dalam jajaran dewan pakar.

Dari kalangan aktifis dan LSM, tercatat mantan Direktur LBH Jakarta Irianto Subiakto tercatat sebagai kepala departemen HAM. Agus Jabo Priyono, Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) menjabat sebagai ketua bidang pemetaan potensi pemilih.

Sementara pengurus lama yang pernah menjadi korban penculikan aktivis tahun 1997-1998 yaitu Desmond J Mahesa dan Pius Lustrilanang tetap berada dalam jajaran pengurus DPP.

Gonjang-ganjing pengurus baru DPP Gerindra ini bermula dari dibukanya kasus ini ke media massa oleh Fami Fahrudin, Ketua Bidang Teknologi. Beberapa pengurus lama diganti dengan puluhan jenderal. Ketegangan pengurus baru hasil kongres luar biasa ini telah memakan korban mundurnya Halida Hatta sebagai salah satu pengurus.

Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani menyatakan perubahan pengurus DPP Gerindra merupakan hasil kongres luar biasa yang memberi amanat pada formatur tunggal, Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto.

"Ada nama yang dinaikkan posisinya ada yang bertambah ada yang diturunkan semua diturunkan dengan pertimbangan prerogratif ketua dewan pembina," kata Muzani.

Pengurus baru DPP Gerindra kali ini yang paling menonjol adalah masuknya puluhan jenderal. Masuknya pensiunan jenderal ini, menurut sumber Beritasatu.com menjadi pemicu ketegangan di internal Gerindra.

Selain jenderal, ketegangan juga disebabkan karena banyaknya pengurus yang berasal  berasal dari pertalian kekerabatan dengan keluarga besar Prabowo Subianto. Bahkan ada pengurus yang merupakan ibu dan anak, atau bapak dan anak. "Ketua dewan pembina memiliki alasan subyektif dan obyektif, mengangkat dan memberhentikan siapapun sesuai kongres," kata Muzani.

Berikut ini Jajaran Pengurus Inti DPP Gerindra:

Ketua Dewan Pembina: Prabowo Subianto
Ketua Dewan Penasihat: Mayjend Haryadi Darmawan
Ketua Dewan Pakar: Burhanuddin Abdullah
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat: Suhardi
Wakil Ketua Umum Bidang Politik Hukum dan Keamanan: Fadli Zon
Wakil Ketua Umum Bidang Kesejahteraan Rakyat: Ny. Sumarjati Arjoso
Wakil Ketua Umum Bidang Keuangan dan Pembangunan Nasional: Edhy Prabowo
Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi: Murphy Hutagalung
Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Keanggotaan: Widjono Hardjanto

Penulis: