Ilustrasi garis polisi
Salah satu massa bernama Edi Bagong, 35, tertembak dan meninggal dunia. Massa lalu memblokir jalur Bengkulu-Sumatera Selatan.

Sekitar 30 orang tak dikenal menghadang bis milik PO Doa yang melintas di wilayah Rejang Lebong, Bengkulu, Kamis (12/7) pukul 02.30 dini hari. Tak hanya menghadang mereka pun merampas barang-barang milik penumpang.

Namun belum jelas apakah tindakan ini kriminal murni ataukah disebabkan peristiwa lainnya. Yang jelas Kapolres Rejang Lebong dan jajaran pun langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan penindakan.

"Namun massa yang menggunakan sajam dan bom molotov ini malah melawan. Salah satu massa bernama Edi Bagong, 35, tertembak dan meninggal dunia. Massa lalu memblokir jalur Bengkulu-Sumatera Selatan," kata Kabag Penum, Kombes Agus Rianto, di Mabes Polri, hari ini.

Jalan lintas sumatera memang rawan perampokan. Pada 2010 lalu sebuah bis Damri jurusan Tasikmalaya-Bengkulu juga mengalami perampokan. Modusnya adalah memalangkan batangan kayu di tengah jalan.

Akibat kejadian itu 30 penumpang dan sopir harus merelakan uang Rp 5 juta dan empat unit Handphone (Hp) dirampas delapan orang pelaku bersenjata api dan senjata tajam.

Penulis: