Sejumlah teknisi melakukan perbaikan gerbong kereta api di Balai Yasa Daop VI, Yogyakarta, Sabtu (21/7). PT. KAI mempersiapkan 277 rangkaian kereta untuk angkutan lebaran mendatang yang terdiri dari 239 rangkaian kereta rguler ditambah 22 rangkaian kereta tambahan komersial dan rangkaian kereta tambahan ekonomi. FOTO ANTARA/Noveradika/ed/mes/12
Komisaris PT Kereta Api (KA) meminta seluruh perbaikan lokomotif di Balai Yasa Yogyakarta dapat diselesaikan pada awal Agustus.

"Masih ada tiga lokomotif yang menjalani 'overhaul'. Diharapkan, pekerjaan perbaikan lokomotif tersebut sudah dapat diselesaikan pada 5 Agustus," kata Komisaris PT Kereta Api Yahya Ombara saat melakukan pengawasan di Balai Yasa Yogyakarta, Sabtu (21/7).

Menurut dia, perbaikan lokomotif tersebut merupakan bagian dari upaya persiapan PT Kereta Api untuk melaksanakan Angkutan Lebaran 2012 karena seluruh armada yang akan digunakan untuk memberikan pelayanan angkutan sudah harus siap dijalankan pada H-7 Lebaran.

Pada masa Angkutan Lebaran 2012, PT KA menyiapkan 166 lokomotif dengan 140 lokomotif stamformasi dan 26 lokomotif cadangan.

"Secara umum, seluruh sarana kereta api mulai dari lokomotif dan gerbong kereta api sudah siap dijalankan untuk masa Angkutan Lebaran 2012," katanya.

Untuk melayani angkutan penumpang selama mudik dan balik di Pulau Jawa, PT KA telah menyiapkan 277 rangkaian kereta api, yang terdiri dari 239 rangkaian kereta api reguler dan 22 rangkaian kereta komersial tambahan serta 16 kereta ekonomi tambahan.

Jumlah penumpang yang memanfaatkan moda transportasi kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2012 di Pulau Jawa diperkirakan mencapai 165.000 orang tiap hari.

"Jumlah tersebut diperkirakan turun sekitar 10%-20% dibanding tahun lalu karena saat ini PT KA sudah menerapkan aturan satu tiket untuk satu penumpang," katanya.

Pada pelaksanaan Angkutan Lebaran 2011, okupansi gerbong kereta kelas bisnis masih diberi toleransi hingga 125% sedangkan untuk ekonomi diberi toleransi hingga 150%.

"Tetapi untuk tahun ini, okupansi maksimal adalah 100% di semua kelas. Sehingga, sebetulnya tidak ada yang namanya puncak arus mudik atau balik," katanya.

Penulis:

Sumber:Antara