Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar.
Program padat karya infrastruktur difokuskan pada pembuatan dan rehabilitasi fisik seperti jembatan dan saluran air di pedesaan.

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menargetkan dapat menyerap 11.264 tenaga kerja, terutama yang berada di kawasan pedesaan di seluruh Indonesia dengan tingkat.

"Pelaksanaan program padat karya ini untuk menyerap pengangguran di pedesaan, meningkatkan daya beli dan membantu pertumbuhan ekonomi pedesaan di Indonesia," ujar Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar melalui siaran pers Kemenakertrans, Minggu (22/7).

Muhaimin menyampaikan hal itu setelah penyerahan bantuan kepada 150 orang tua murid dan penyerahan bantuan padat karya dan pelatihan wirausaha kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso hari ini.

Muhaimin mengatakan bahwa menciptakan pekerjaan sementara yang dapat menambah penghasilan masyarakat sekaligus terbangunnya sarana, prasarana dan usaha produktif masyarakat pedesaan. Program padat karya terdiri dari padat karya produktif dengan target penyerapan 8.184 orang dan padat karya infrastruktur dengan target penyerapan 3.080 tenaga kerja.
 
"Program padat karya infrastruktur difokuskan pada pembuatan dan rehabilitasi fisik seperti pembangunan dan pengerasan jalan di desa, pembangunan jembatan dan saluran air di pedesaan,"kata Muhaimin.

Sementara untuk program padat karya produktif, Muhaimin mengatakan akan lebih difokuskan pada pemberdayaan usaha seperti budidaya ikan, ternak sapi, kambing dan ayam dan kerajinan tangan anyaman.

Dalam pelaksanaannya, program padat karya ini didampingi oleh petugas lapangan padat karya (PLPK) yang bertugas merencanakan, mengkoordinasikan dan mengawasi padat karya ini.

"Pada dasarnya pemerintah hanya membantu memfasilitasi pelaksanaan padat karya ini. Semua berdasarkan usulan dan pertimbangan masyarakat setempat dengan memperhatikan potensi sumber daya alam yang tersedia," kata Muhaimin, sambil menambahkan bahwa program padat karya ini berorientasi pada prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat.

Pelaksanaan program padat karya ini, ujar Muhaimin, diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran di pedesaan dan memperluasan kesempatan kerja baru sehingga mampu menambah lapangan kerja bagi tenaga kerja baru.Saat ini menurut data BPS, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Februari 2012 mencapai 6,32 persen atau 7,61 juta orang, sementara Kemnakertras telah penurunan angka pengangguran menjadi 5,1 persen pada tahun 2014.

Muhaimin mengatakan bahwa Kemnakertrans optimis dapat mencapai target ini dengan menggalakkan program aksi gerakan penanggulangan pengangguran di berbagai daerah di Indonesia.

Penulis: /FER