Mengumadangka adzan di pondok pesantren
Beragam cara kreatif dilakukan untuk menunggu waktu berbuka puasa tiba

Puluhan anak yatim di Semarang, Jawa Tengah, memanfaatkan waktu menunggu berbuka dengan menggelar lomba adzan.

Lomba adzan ini diikuti sedikitnya oleh tiga puluh anak yatim mulai usia delapan tahun hingga dua belas tahun, dari beberapa panti asuhan di 35 kabupaten kota se-Jawa Tengah.

Lomba ini sengaja digelar karena saat bulan puasa seperti sekarang ini menjadi penting, lantaran ditunggu oleh banyak umat Islam yang tengah berpuasa.

Selain itu, pelafalan dan kata kata dalam adzan yang terbilang mudah dibandingkan lomba hafalan qur'an untuk semua kalangan, juga menjadi alasan digelarnya lomba adzan ini.

"Selain untuk meningkatkan kemampuan dalam mengumandangkan adzan, lomba ini juga dimanfaatkan untuk menunggu berbuka puasa," jelas Putra Siregar, Ketua Panitia Lomba.

Menurut Putra, penilaian lomba adzan ini dilakukan dari sisi pengucapan serta penghayatan dan sikap dalam membawakan adzan

"Semua sisi tersebut dilakukan penilaian karena sering terjadi muadzin atau bilal, mengumandangkan adzan dengan sikap yang belum sempurna dan baik,"tambah Putra.

Lebih lanjut putra menyatakan, selain lomba adzan, pihak panitia juga menggelar lomba menghafal al qur'an yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hafalan anak anak sejak dini. 

Penulis: /WBP