Ilustrasi perampokan bank
Berkat kerja keras jajaran, dalam waktu sekitar 10 jam satu dari dua pelaku perampokan yang bernama Lirin Intarno alias Pipe berhasil diringkus di Jambi

Jajaran Kepolisian Resor Dharmasraya, Sumatera Barat, Selasa, menangkap satu dari dua tersangka perampokan dengan senjata api lintas Sumatera di Jujuhan, Provinsi Jambi.

Menurut Kapolres Dharmasraya AKBP Cairul Aziz, satu tersangka yang berhasil ditangkap yakni Lirin Intarno alias Pipe (19) warga Blok C Sitiung III Dharmasraya. Dia ditangkap di salah satu rumah yang berlokasi di Jujuhan.

"Berkat kerja keras jajaran, dalam waktu sekitar 10 jam satu dari dua pelaku perampokan yang bernama Lirin Intarno alias Pipe berhasil diringkus di Jambi," katanya.

Tersangka diamankan di Mapolres Dharmasraya dan sedang menjalani pemeriksaan.

Pipe terlibat perampokan dengan senjata api pada Senin (23/7) siang terhadap seorang pengumpul bahan olahan karet Matsiri (40) di area kebun sawit Jorong Kodrat, Nagari Kurnia Koto Salak, Kecamatan Sungai Rumbai. Para perampok berhasil membawa kabur uang korban sebanyak Rp12 juta lebih.

Dia menyebutkan, perampok yang menggunakan senjata api laras panjang yang diduga jenis M16 merupakan jaringan lintas Sumatera.

Saat merampok, pelaku sempat mengeluarkan lima tembakan, dua peluru di antaranya mengenai mobil milik korban yang ditandai dengan ditemukan proyektil. Lima selongsong peluru diamankan sebagai barang bukti.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, satu pelaku yang membawa senjata api adalah Riyadi warga Jujuhan, Provinsi Jambi. Pelaku berhasil kabur, namun pihaknya terus melakukan pengejaran.

Kapolres menyebutkan, perampokan tersebut berawal saat korban akan membeli bahan olahan karet di seputaran kebun karet di Kurnia Koto Salak.

Pada saat korban sedang membayar karet tersebut, terdengar suara tembakan tiga kali. Selanjutnya dua orang yang mengendarai sepeda motor langsung mendekat ke arah korban dan kembali mengeluarkan tembakan.

Salah seorang tersangka yang bernama Pipe langsung mengambil tas korban meski di lokasi tersebut ada sekitar lima orang, namun karena tersangka mengunakan senjata api, baik korban maupun warga ketakutan.

Pada Jumat (27/7) sekitar pukul 12.00 WIB, Pipe juga terlibat pencurian kendaraan bermotor jenis bebek di Koto Salak. Sepeda motor hasil curian tersebut disembunyikan di area kebun sawit masyarakat.

"Pipe berhasil ditangkap, sementara Riyadi pada saat penggerebekan tidak berada di lokasi. Tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP yakni pencurian dengan kekerasan dengan ancaman di atas lima tahun penjara," katanya.


Penulis: /FEB