Walau gagal mendapat izin berlaga di Pemilu 2014 saat mengajukan izin untuk PKBN, Yenny akan maju di Pemilu dengan bendera PKBIB.

Walau diprotes, Kementerian Hukum dan HAM (kemenkumham) tetap mengeluarkan surat keputusan perubahan nama Partai Perjuangan Indonesia Baru (PPIB) menjadi Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) dengan Yenny Wahid sebagai Ketua Umum (Ketum).

Ini berarti, walau gagal mendapat izin berlaga di Pemilu 2014 saat mengajukan izin untuk Partai Kemakmuran Bangsa Nusantara (PKBN), Yenny akan maju di Pemilu dengan bendera PKBIB.

Kartini Syahrir, bekas Ketua Umum PPIB, keputusan keluar pada Kamis, 2 Agustus 2012, melalui SK Menkumham RI No. M.HH-14.AH.11.01 tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga, Nama, Lambang, Logo, Tanda Gambar dan susunan Kepengurusan Partai Perjuangan Indonesia Baru.

"Maka Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru atau PKBIB telah resmi sebagai partai calon Peserta Pemilu 2014," kata Kartini, dalam siaran pers, Jakarta, Minggu (5/8).

Putusan Kemenkumham itu tentang pengesahan kongres PPIB yang berlangsung pada 12 Juli lalu, yang menyepakati Partai PIB berganti nama menjadi PKBIB dan sekaligus berganti logo. Baik nama maupun logo merupakan gabungan dari logo Partai PIB dan PKBN, pimpinan Yenny Wahid.

Selain itu putusan Kemenkuham itu juga menyebut bahwa Yenny secara aklamasi dalam Kongres Partai PIB, telah dipilih sebagai Ketua Umum periode 2012–2017.

"Kongres merupakan forum tertinggi dari sebuah partai politik, tidak terkecuali bagi Partai PIB. Masa kepemimpinan saya, berakhir bulan Juni 2012 dan Kongres harus memutuskan siapa yang akan menggantikan saya, dan saya sendiri tidak bersedia kembali menjadi Ketua Umum," kata Kartini.

Kartini menyebut, dalam sebuah pertemuan dengan dirinya dengan Yenny, telah membuahkan kesepakatan untuk menggabungkan kedua kekuatan politik di bawah naungan nama PKBIB dan dinakhodai oleh Yenny Wahid. Kesepakatan itu, melalui kongres Partai PIB, disahkan dan diterima secara bulat, sesuai dengan mekanisme AD/ART Partai PIB.

Menurut Kartini,  Abdurrahman Wahid (Gus Dur, ayah Yenny) dan Sjahrir (almarhum suami Kartini) adalah pemikir dan konseptor dan orang-orang yang berjuang untuk keadilan, kemanusiaan dan demokrasi dalam wujud kesehariannya. Keduanya berjuang tak henti sampai akhir hayat mereka untuk “mengelola perbedaan-perbedaan” dengan akal sehat di dalam kemajemukan masyarakat.

"Pemikiran-pemikiran kedua tokoh inilah yang harus dan akan dikembangkan melalui kiprah politik PKBIB," kata Kartini.

Dengan keluarnya keputusan itu, PKBIB akan berkonsentrasi menyelesaikan kerja verifikasi KPU sebagaimana disyaratkan oleh UU tahun 2008. "Kami bisa menyelesaikan verifikasi dengan seksama dan sesuai dengan waktu dan target yang ditentukan," tandas Kartini.

Penulis: