Ratusan umat Buddha yang tergabung dalam Solidaritas Umat Buddha berdoa untuk Siti Hartati Cakra Murdaya Poo di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (15/8)
Umat Budhha percaya Hartati tidak bersalah dalam kasus dugaan penerimaan hadiah pengurusan HGU Perkebunan di Buol.

Siti Hartati Cakra Murdaya Poo mendapat dukungan dari ratusan umat Buddha yang tergabung dalam Solidaritas Umat Buddha yang berdoa di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Doa tersebut dipimpin oleh Bhiksu Tadisa Paramita Mahasthavira. Dalam doanya, mereka mendoakan pimpinan KPK agar mendapatkan pencerahan dan tidak takut terhadap desakan pihak-pihak yang tidak senang terhadap ketua organisasi perwakilan umat Buddha Indonsia (Walubi) tersebut.

"Sehingga tidak memaksakan kehendak untuk mempidanakan Ketua Umum kami," kata Sekretaris Jenderal Walubi, Gatot Sukarno Adi, di KPK, Rabu (15/8).

Menurut Gatot, mereka percaya bahwa pimpinannya tersebut tidak bersalah dalam kasus dugaan penerimaan hadiah pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) Perkebunan di Buol, Sulawesi Tengah.

Tak lama setelah ritual doa warga Walubi digelar, terdapat demo dukungan terhadap Hartati.

Demo tersebut dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Akti Pemerasan (AMAN). Koordinator Aman, Kevin Wu, mengatakan Hartati adalah pahlawan dan simbol perlawanan masyarakat terhadap aksi pemerasan.

"Bahwa dalam kasus Boul Hartati Murdaya selaku pengusaha yang menjadi pioneer investasi serta pahlawan yang telah memajukan daerah Buol, diduga telah menjadi korban aksi pemerasan oleh Bupati Buol," kata Kevin di kantor KPK.

Hartati ditetapkan  sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan hadiah pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) Perkebunan di kecamatan Bukal, Buol Sulawesi Tengah.

Peran Hartati sebagai Presiden Direktur PT Cipta Cakra Murdaya (PT CCM) dan PT Hardaya Inti Plantations (PT HIP) diduga kuat melakukan pemberian uang suap sebesar Rp3 miliar kepada Bupati Buol Amran Batalipu.

Dua pemberian uang tersebut terkait pengurusan HGU perkebunan kelapa sawit PT CCM dan HIP terletak di kecamatan Bukal kabupaten Buol Sulawesi Tengah.

Hartati diduga menjadi otak penyuapan kepada Bupati Buol Amran Batalipu. Mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu mengatakan Hartati memerintahkan Yani Anshori, General Manager PT HIP, untuk memberikan uang senilai Rp3 miliar kepada Amran guna pengurusan HGU perkebunan di Buol.

Penulis: