Helikopter AH-64D Apache.FOTO : ROSLAN RAHMAN/AFP
Sementara itu, TNI AU juga terus menjalankan proyek kerjasama pengadaan tiga unit kapal selam dengan Korea Selatan.

Angkatan Laut Tentara Nasional Indonesia (TNI AL) akan diperkuat dengan 11 unit helikopter anti kapal selam yang akan dibeli oleh Indonesia sebagai bagian dari upaya pencapaian target 30 persen pemenuhan kekuatan minimin esensial pertahanan Indonesia pada 2024 nanti.

"Kami akan membeli heli anti kapal selam 11 unit, setelah pengadaan yang terakhir dipensiunkan pada tahun 1970," ujar Wakil Kepala Staf AL, Laksamana Madya Marsetio, dalam jumpa pers di Kementerian Pertahanan, Rabu (15/8).

Saat ini TNI AL sedang mempertimbangkan jenis helikopter yang dibeli dari dua pilihan yang ada, yaitu Seasprite buatan Kaman Aerospace di Amerika Serikat atau Agusta yang dibuat pabrik helikopter Inggris-Italia, AgustaWestland.

Selain rencana pengadaan 11 helikopter anti kapal selam itu, TNI AU juga terus menjalankan proyek kerjasama pengadaan tiga unit kapal selam dengan Korea Selatan.

"Dua kapal selam itu akan dibangun di Korea Selatan dan satu akan dibangun di galangan kapal PT PAL di Surabaya," ujar Marsetio.

Sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas, Marsetio mengatakan idealnya Indonesia memiliki sedikitnya enam unit kapal selam.

Penulis: /WBP