Pemudik sepeda  motor melintasi kawasan Rawa Meneng, Subang, Jawa Barat, Jumat dini hari (17/8). Pemudik motor dialihkan ke jalur alternatif yaitu Blanakan-Subang, namun kondisi jalan di jalur alternatif motor tersebut rusak sehingga pemudik  sepeda motor mengalami kemacetan. FOTO ANTARA/Rosa Panggabean
Hingga pukul 23.30 WIB, arus lalu lintas di sepanjang jalan arteri Karawang selepas gerbang Tol Karawang Timur, jalur Pantura Karawang-Subang masih macet parah.

Kemacetan parah hingga sepanjang puluhan kilometer terjadi di jalur Pantura Karawang-Subang, Jawa Barat, pada H-2 Lebaran, Jumat (17/8) sore hingga malam.

Pantauan di lokasi, kepadatan kendaraan hingga mengakibatkan kemacetan parah sudah terjadi dari jalan arteri Karawang tepatnya selepas gerbang Tol Karawang Timur hingga jalur Pantura Karawang. Memasuki jalur Pantura Karawang, kemacetan parah juga terjadi menuju jalur Pantura Subang hingga jalan raya Pamanukan.

Kemacetan akibat meningkatnya kendaraan pemudik, baik kendaraan pribadi, bus maupun kendaraan roda dua, pada H-2 lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah kali ini diperkirakan sepanjang lebih dari 20 kilometer.

Selain dari jalan arteri Karawang menuju jalur Pantura, kemacetan juga dialami pemudik yang keluar dari gerbang Tol Cikampek, Cikopo, Purwakarta. Selepas gerbang Tol Cikampek memasuki Pertigaan Mutiara, pemudik yang diarahkan ke Pasar Cikampek menuju jalur Pantura sudah terjebak kemacetan panjang.

Dengan menggunakan kendaraan sepeda motor saja, jarak tempuh dari gerbang Tol Cikampek menuju Simpang Jomin untuk sampai ke jalur Pantura membutuhkan waktu sekitar tiga jam. Padahal dengan menggunakan sepeda motor dalam waktu normal, jarak tempuh dari gerbang Tol Cikampek menuju Simpang Jomin hanya mencapai satu sampai satu setengah jam.

Kendaraan pemudik dari gerbang Tol Cikampek menuju Simpang Jomin itu sudah terjebak macet tepat di Pertigaan Mutiara menuju jalan layang Pasar Cikampek. Selanjutnya selepas jalan layang Pasar Cikampek, arus lalu lintas nyaris tidak bergerak akibat terjadinya kemacetan parah.

Begitu juga dengan kendaraan pemudik dari arah gerbang Tol Kalihurip dan Karawang Timur yang menuju jalur Pantura, terjebak macet sebelum sampai ke Simpang Jomin. Dengan demikian, sejumlah rute menuju jalur Pantura melewati Simpang Jomin sepanjang H-2 lebaran kali ini mengalami kemacetan parah.

Jangankan kendaraan pribadi atau bus, pemudik yang menggunakan sepeda motor saja nyaris tidak bisa bergerak di sepanjang jalan arteri Karawang, jembatan layang Pasar Cikampek, jalan Jenderal Sudirman Kotabaru, jalan jenderal Ahmad Yani Cikampek, Simpang Jomin dan jalur Pantura Karawang hingga Subang.

Akibat terjadinya kemacetan yang cukup panjang dan "memakan" waktu cukup lama itu, para pemudik kendaraan pribadi dan bus mematikan mesin kendaraannya.

"Irit sedikit, karena kondisi kemacetannya sudah sangat parah. Kemacetan ini sangat parah, saya sejak Jumat siang sampai menjelang tengah malam ini masih terjebak di jalur Pantura Karawang," kata Angga, pengemudi bus pemudik tujuan Yogyakarta, di Karawang, Jumat malam.

Selain itu, para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi dan kendaraan jenis bus tidak tinggal diam di dalam kendaraannya masing-masing. Mereka banyak yang berhampuran keluar untuk sekadar jajan atau "nongkrong-nongkrong" sampai kendaraan yang ditumpanginya berjalan.

Para pemudik itu mengaku tidak takut tertinggal ketika sedang diluar kendaraannya di sepanjang jalan arteri Karawang hingga jalur Pantura Karawang-Subang, sebab kendaraan yang terjebak macet itu hanya berjalan sebentar selama beberapa menit, dan kemudian berhenti lagi.

Hingga pukul 23.30 WIB, arus lalu lintas di sepanjang jalan arteri Karawang sejak dari selepas gerbang Tol Karawang Timur, jalur Pantura Karawang-Subang masih macet. Para pengendara pemudik itu masih mematikan mesin kendaraannya sambil menunggu mencairnya kemacetan tersebut.

Penulis: