Sejumlah kendaraan melintasi kawasan hutan jati yang mulai meranggas di kawasan Jiken, Blora, Jateng, Rabu (15/8). Pohon jati yang meranggas merupakan salah satu penanda datangnya musim kemarau dan akibat musim kemarau sejumlah warga dikawasan tersebut saat ini mengaku mulai kesulitan air bersih
Hujan buatan agak sulit dilakukan karena tergantung keberadaan awan

Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mulai menurunkan hujan buatan di Riau dan Kalimantan Tengah selama 40 hari mendatang.

“Kalau untuk Riau, dilakukan hujan buatan dengan dua pesawat Cassa 212 dan dua helikopter untuk pemboman air. Sedangkan di Palangkaraya, hanya dilakukan hujan buatan karena helikopter-nya difokuskan untuk pelaksanaan PON [Pekan Olahraga Nasional] di Riau. Tetapi, [di Palangkaraya] sudah terlihat banyak hotspot dan kebakaran,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, saat dihubungi oleh Beritasatu, Sabtu (25/8).

Hujan buatan sudah dilakukan pada 12 Agustus lalu, dan akan dilanjutkan kembali pada 28 Agustus mendatang untuk kedua propinsi tersebut.

“Prosesnya akan terus dilakukan selama 40 hari berturut-turut,” katanya.

Terdapat enam propinsi lainnya yang menjadi prioritas dalam penanganan kebakaran lahan dan hutan, yaitu Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

Pemboman air merupakan cara efektif dalam pemadaman kebakaran lahan dan hutan, namun cakupannya sangat terbatas dan tidak bisa dilakukan kalau dalam areal yang sangat luas.

“Kalau dengan hujan buatan, itu tergantung dengan awan-awannya, kalau musim kemarau, jarang ada awan yang cukup di pegunungan. Kalau lewat darat, paling mungkin lahan gambut digenangi dengan air sehingga tidak mudah terbakar, tetapi melihat kondisi sungai-sungai di Indonesia, masih agak sulit untuk dilakukan,” kata Sutopo.

Dalam rencana aksi penanggulangan kebakaran lahan dan hutan yang baru dirampungkan oleh BNPB, dana yang dialokasikan sebesar Rp12 milyar, namun apabila keadaan bertambah ekstrem maka dana ditambahkan menjadi Rp30 milyar.

Selain itu, BNPB juga menyiapkan tiga helikopter tambahan dan dua pesawat tambahan untuk pembuatan hujan buatan.

Penulis: