Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan masih mendalami  18 Laporan Hasil Analisis (LHA) dari Pusat Pelaporan dan Analisis  Transaksi Keuangan (PPATK).

Demikian dikatakan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas.
 
Karena itu, menurut Busyro, belum ada tersangka baru dalam waktu  dekat yang akan ditetapkan KPK terkait 18 LHA tersebut. Dalam LHA tersebut, terdapat juga laporan mengenai Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.
 
"(Aliran PPATK) Sedang didalami dan belum diekspos," kata Busyro di kantor KPK, Jakarta, Selasa (28/8).
 
Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Johan Budi SP menyatakan ada 18 LHA dari  PPATK mengenai aliran dana mencurigakan kepada pihak-pihak tertentu. Di  mana, jumlahnya mencapai miliaran rupiah.
 
"Ada 18 LHA, itu tidak semuanya terkait kasus AS (Angelina Sondakh). Nilainya miliaran rupiah," kata Johan.
 
Namun, Johan mengaku tidak mengetahui secara detail nama-nama pemilik  rekening yang diduga mengalir aliran dana tak wajar dari proyek  Kemenpora senilai Rp191,6 miliar tersebut.
 
Dalam kasus yang melibatkan anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Angelina Sondakh, penyidik KPK menemukan 16 aliran dana mencurigakan ke Angelina yang nilainya miliaran rupiah.
 
Sedangkan, nilai total proyek pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sejumlah universitas negeri yang diduga dikorupsi Angelina, mencapai Rp600 miliar.

Total nilai tersebut diperoleh KPK dari proyek pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di 16 universitas negeri tahun anggaran 2010/2011.


Suara Pembaruan

Penulis:

Sumber:Suara Pembaruan